ISC Piala Soeratin, PSIM U-17 Waspadai ketajaman dan kecepatan pemain Persab

ilustrasi sepak bola. (JIBI/Harian Jogja - Dok.)
01 Desember 2016 01:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC Piala Soeratin, PSIM Jogja U-17 menyusun strategi

Harianjogja.com, KUDUS -- Wakil DIY, PSIM Jogja U-17 terus mewaspadai kekuatan dari Persab Brebes pada babak 8 besar ISC Piala Soeratin di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Sabtu (3/12/2016) mendatang.

Tidak hanya kolektivitas permainan, lini depan tim asal Jawa Tengah tersebut juga patut menjadi perhatian khusus oleh skuat Laskar Mataram Muda.

PSIM U-17 melaju ke babak 8 besar setelah mengalahkan Askab PSSI Gowa dengan skor 2-0 di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Selasa (29/11/2016) malam. Sementara, Persab lolos ke perempat final usai mencukur Persita Laha Maluku dengan 15 gol tanpa balas di Stadion Sultan Agung, Bantul.

"Inilah yang jadi perhatian kami. Anak-anak tidak boleh lengah. Apalagi semua pemain Persab adalah anak-anak Diklat Ragunan," kata Pelatih PSIM U-17, Sigit Putranto kepada Harianjogja.com, Rabu (30/11/2016).

Iput-panggilan akrab Sigit Putranto mengungkapkan, saat ini pihaknya terus melakukan persiapan untuk meredam permainan cepat dan ketajaman anak asuh Bambang Warsito.

Pembenahan lini belakang dan transisi dari menyerang ke bertahan wajib ditata ulang menjelang pertemuan melawan Persab, akhir pekan ini.

"Kami juga akan lakukan rotasi dan meningkatkan motivasi anak-anak. Semoga saja sisa waktu ini efektif," harap Iput.

Menurut Iput, menghadapi Persab, dirinya tidak akan meminta anak asuhnya untuk melakukan penjagaan khusus ke beberapa pemain lawan. Ia hanya meminta agar pemain terdekat dari lawan mampu berperan dalam penjagaan. "Siapa yang dekat dia yang pegang," tandas Iput.

Sementara, Pelatih Persab Bambang Warsito berharap, anak asuhnya untuk tidak jemawa atas keberhasilan ke babak 8 besar. Meski menjadi tim terproduktif, yakni dengan produktivitas 46 gol selama Piala Soeratin, anak-anak Persab harus mewaspadai kekuatan PSIM.

"Ini babak 8 besar, lawan pasti lebih berat. Kami tidak boleh anggap enteng kekuatan mereka," kata Bambang.