PSIM JOGJA : Lagi, PSIM U-17 Raih Hasil Imbang di Grup E

Ilustrasi perebutan bola (JIBI/Solopos - Antara)
24 November 2016 19:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja untuk U-17 kurang bermain maksimal.

Harianjogja.com, KUDUS — Hasil kurang maksimal kembali dipetik oleh wakil DIY, PSIM U-17 Jogja, pada laga kedua babak 32 besar Nasional ISC Piala Soeratin di Stadion Wergu Wetan, Kudus, Rabu (23/11/2016) sore.

Tim besutan Sigit Putranto ini harus berbagi angka setelah ditahan oleh PS Polmas di Grup E dengan skor 1-1.

Sejak menit pertama, PSIM U-17 langsung tampil menyerang. Namun, beberapa kali serangan dari duet Boby Prabowo dan Gutama Danu belum mampu menjebol Aksai Arwas, kiper Polmas. PSIM baru mampu mengubah kedudukan menjadi 1-0 pada menit ke-41 melalui kaki Gutama Danu. Berawal dari kelengahan pemain belakang Polmas, pemain bernomor 8 ini langsung melakukan shooting keras ke gawang Polmas. 1-0 untuk keunggulan PISM bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, PSIM tidak banyak melakukan perubahan komposisi pemain. Alih-alih menghalau bola dan mengeblok serangan para pemain Polmas, menit ke-76, gawang Raditya Fiska, kiper PSIM justru dijebol oleh Doni Padua. Skor 1-1 bertahan hingga akhir pertandingan.

Pelatih PSIM U-17 Sigit Putranto mengaku hujan lebat yang mengguyur Stadion Wergu Wetan Kudus di babak kedua membuat permainan anak asuhnya tidak berkembang. Selain tidak terbiasa dengan kondisi lapangan becek, kosentrasi pemain juga menurun karena cuaca.

“Inilah yang membuat kami tidak maksimal di babak kedua. Padahal di babak pertama kami sudah unggul dan banyak kesempatan,” katanya usai laga.

Atas hasil ini, Sigit menyatakan bahwa tidak ada pilihan lain bagi skuatnya untuk tidak meraih kemenangan pada laga terakhir yakni melawan PS Bangka Selatan. Raihan tiga poin atas PS Bangka Selatan akan mengunci posisi runner-up di Grup E dan membawa PSIM lolos ke babak 16 besar. Sebelumnya, PSIM U-17 berhasil meraih satu poin di pertandingan pertama, usai ditahan imbang PS Bengkulu dengan skor 2-2.

“Untuk itu mohon doa dan dukungan dari  masyarakat Jogja,” harap Sigit.