LIGA NUSANTARA 2016 : Sore Ini Melawan Persipal Palu, Gama FC Harus Menang

Wawan Sucahyo (kanan) saat tampil di laga perdana Gama FC kontra Persig Gunungkidul, di Stadion Pancasila, Kamis (11/8/2016) sore.(Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
22 November 2016 10:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

Liga Nusantara akan mempertemukan Gama FC dengan Persipal Palu

Harianjogja.com, BANTUL — Misi meraih tiga poin diusung oleh wakil DIY, Gama FC pada laga kedua babak penyisihan Grup H ISC Liga Nusantara 2016 melawan Persipal Palu di Stadion Sultan Agung, Bantul, Selasa (22/11/2016) sore. Raihan tiga poin atas juara zona Sulawesi itu akan menjaga peluang Gama FC melaju ke babak 16 besar turnamen di bawah PT GTS.

Dibandingkan sang tamu, Persipal, Gama FC memiliki catatan kurang bagus di babak penyisihan 32 besar kali ini. Tim besutan Iksan Fajar ini harus sempat mendapatkan hasil kurang baik di laga perdana, saat ditekuk PSN Ngada dengan skor 0-2.

Sebaliknya, hasil positif justru diperlihatkan oleh Persipal dengan meraih kemenangan 1-0 atas Pelangi Utara di tempat sama.

Pelatih Gama FC Iksan Fajar mengatakan, tidak ada pilihan lain bagi skuatnya untuk tidak mendapatkan hasil maksimal pada laga kali ini. Raihan tiga poin atas Persipal dinilai akan menjadi modal, sekaligus menjaga peluang mereka lolos ke babak 16 besar.

Meski belum pernah bertemu pada laga sebelumnya, Iksan melihat secara penampilan, Persipal tidak berbeda dengan tim di Grup H. Justru, ia melihat bahwa lawan Gama FC pada kali ini tidak terlalu kuat dibandingkan dengan PSN Ngada. Hal ini diperlihatkan dari serangan Persipal saat melawan Pelangi Utara.

“Untuk itu kami optimistis mampu meraih hasil maksimal pada laga kali ini. Kami sudah lihat permainan mereka dan ada sedikit pembenahan dari cara bermain kami,” ujar Iksan kepada Harianjogja.com, Senin (21/11/2016).

Menurut Iksan, kunci dari laga melawan Persipal kali ini adalah pengaturan tempo. Oleh karena itu, dirinya telah meminta kepada Wawan Sucahyo dan kawan-kawan untuk mampu mengatur tempo dan irama permainan.

Ia berharap, Gama FC tidak lagi terpancing dengan tempo permainan lawan, seperti saat melawan PSN Ngada. “Anak-anak harus mampu bermain dengan tempo sendiri. Jangan sampai terbawa tempo lawan,” tandasnya.