ISC B 2016 : PSIM Terancam Kalah WO dan Gagal Melaju ke Delapan Besar

30 Oktober 2016 12:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016, PSIM akhirnya gagal bertanding Sabtu (29/10/2016)

Harianjogja.com, JOGJA — Pertandingan antara PSIM Jogja melawan Perssu pada lanjutan babak 16 besar ISC B 2016 di Stadion Sasana Krida, AAU, Sleman, Sabtu (29/10/2016) gagal digelar. Laga krusial yang akan menentukan nasib kedua kesebelasan untuk melaju ke babak delapan besar ISC B 2016 gagal digelar karena tidak ada izin pertandingan.

Menurut Ketua Panpel PSIM Brustam Iswanto, berdasarkan Technical Meeting (TM)  antara PSIM dan Perssu, Jumat (28/10/2016) malam, diraih keputusan bahwa izin pertandingan ditunggu hingga siang kemarin. Jika izin dari Polres Sleman tidak keluar, maka pertandingan batal digelar dan PSIM terancam kalah WO (Wolk Out) karena gagal menggelar pertandingan.

Meski demikian Brustam masih enggan mengungkapkan mengenai sanksi kalah WO yang akan dikenakan oleh PT Gelora Tri Semesta (GTS) selaku operator kompetisi kepada PSIM. Ia menyatakan masih menunggu surat elektronik balasan dari PT GTS mengenai kemungkinan sanksi tersebut.

Padahal, jika mengacu pada permasalahan yang sama, 6 September lalu, PPSM Sakti Magelang sempat mendapatkan sanksi dari PT GTS berupa kalah WO dan memenangkan PSIM dengan skor 3-0 setelah tim asal Kota Magelang ini gagal menggelar pertandingan.

“Kami pun sudah kirimkan surat elektronik dan melaporkan hal ini kepada PT GTS. Saya tidak berani berandai-andai. Harapannya tentu laga tetap digelar, hanya saja waktunya dijadwal ulang,”  harap Brustam, kepada Harianjogja.com, Sabtu (29/10/2016) siang.

Sementara kekecewaan dilontarkan oleh kubu Perssu, Sumenep. Pelatih Perssu Salahudin mengatakan pihaknya sengaja datang ke Jogja sejak Kamis (27/10) siang untuk mengikuti pertandingan melawan PSIM. Namun dalam perkembangannya, 28 pemain yang dibawa gagal bermain karena panpel setempat gagal menggelar pertandingan karena tidak mendapatkan rekomendasi dan izin keramaian dari Polres Bantul dan Sleman.

“Semalam memang sudah ada TM, dan keputusannya ditunggu sampai siang ini. Kami sendiri datang ke Stadion dan memastikan apakah nantinya ada perubahan,” ucap eks pelatih Barito Putera.

Sekretaris PSIM Jarot Sri Kastawa menyatakan sangat kecewa dengan gagalnya penyelenggaraan pertandingan melawan Perssu. Akibat tidak mendapatkan izin dari kepolisian setempat, PSIM terancam kalah WO. Padahal, tambahan poin sangat dibutuhkan PSIM untuk menjaga peluang lolos ke babak delapan besar. PSIM kini berada di peringkat pertama Grup A babak 16 besar ISC B, disusul PSCS dan Perssu. Ketiga tim ini telah mengoleksi enam poin, hanya berselisih gol.

“Delapan besar sudah didepan mata tapi kondisinya seperti ini. Saya berharap ini jadi instropeksi semua pihak. Akibat bentrok kemarin, tidak hanya denda yang dijatuhkan kepada tim, panpel juga kesulitan untuk mendapatkan izin dari kepolisian,” ungkap Jarot.

Jarot menambahkan, saat ini Manajemen PSIM masih syok akibat batalnya laga melawan Perssu. Oleh karena itu, pihaknya enggan untuk berpikir mengenai kemungkinan sanksi berupa kalah WO dari PT GTS karena laga melawan Perssu batal digelar. Meski demikian, sejumlah upaya telah dilakukan oleh panpel dan manajemen PSIM agar laga bisa dijadwal ulang dan terhindar dari sanksi kalah WO.

“Sekarang yang harus dipikirkan adalah mentalitas para pemain. Mereka syok, karena gagal bertanding,” tandas Jarot.

Kekecewaan juga diungkapkan oleh Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto. Pelatih asal Magelang ini tidak bisa banyak berkomentar terkait dengan kegagalan penyelenggaraan pertandingan. Erwan melihat kegagalan menggelar laga melawan Perssu sangat merugikan skuat Laskar Mataram yang ingin meraih poin penuh di dua laga kandang dan berjuang supaya bisa lolos ke babak delapan besar.

“Yang jelas mental anak-anak langsung terganggu. Padahal untuk memulihkannya butuh lama, apalagi skuat ini diisi oleh pemain muda. Kami hanya berharap, tidak dinyatakan WO dan laga tetap bisa digelar meskipun harus dijadwal ulang,” harap Erwan.

Kronologis Batalnya laga PSIM vs Perssu

- Sabtu (15/10/2016) Rusuh antarsuporter PSIM di laga PSIM melawan PSCS di Stadion Sultan Agung Bantul. Pertandingan sempat dihentikan 15 menit, kepolisian mengeluarkan tembakan gas air mata, korban beberapa suporter dan aparat berjatuhan.
- Senin (17/10/2016) Polres Bantul langsung meninjau izin penyelenggaran pertandingan laga kandang PSIM di Stadion Sultan Agung Bantul.
-Rabu (26/10/2016) Polres Bantul belum memberikan izin penyelenggaraan pertandingan laga kandang PSIM melawan Perssu Sumenep.
-Kamis (27/10/2016) siang, Tim Perssu datang ke Jogja  dan menginap di Hotel Sunarko. Tim asal Madura ini sempat berlatih di lapangan Semail, Bantul.
- Kamis (27/10/2016) sore, Manajemen dan Panpel PSIM memutuskan laga dipindah dari Stadion Sultan Agung Bantul ke Stadion Sasana Krida, AAU. Pemindahan dilakukan karena Polres Bantul berkukuh tidak mengeluarkan izin. Sejumlah koordinasi awal dengan pengelola Stadion Sasana Krida pun telah dilakukan.
-Jumat (28/10/2016) pagi, PSIM dan Perssu mulai melakukan uji coba lapangan di Stadion Sasana Krida dan izin telah disampaikan kepada Polres Sleman.
-Jumat (28/10/2016) malam, Technical Meeting pertandingan digelar. Tim PSIM dan Perssu, pengawas pertandingan dan wasit membahas perizinan. Kesepakatan diambil oleh peserta Technical Meeting untuk menunggu izin dari Polres Sleman hingga pukul 11.30 WIB.
-Sabtu (29/10/2016) siang pukul 12.00 WIB, izin dari Polres Sleman belum keluar. Padahal laga digelar pada pukul 14.00 WIB. Alhasil Panpel memutuskan laga dibatalkan dan langsung mengirim surat ke PT GTS disertai lampiran hasil technical meeting.
Pemain PSIM yang telah berkumpul di Wisma PSIM sebagian memilih pulang karena laga batal digelar. Sementara tim lawan masih berada di hotel Sunarko.

Dampak laga batal
1. Laga dijadwal ulang atas izin dan keputusan PT GTS
2. PSIM dinyatakan kalah WO dan Perssu dinyatakan menang 3-0. Artinya Perssu langsung menggeser posisi PSIM di pemuncak klasemen Grup A. Di sisi lain, jika PSIM dinyatakan kalah WO, maka peluang PSIM ke babak 8 besar musnah, meskipun masih ada dua laga yakni melawan Persiraja di kandang dan melawat ke PSCS Cilacap. Jika kedua laga ini mampu dimenangi PSIM, maka skor akhir PSIM adalah 12. Untuk bisa lolos ke babak delapan besar, PSIM berharap kepada tim lain, seperti Perssu, PSCS dan Persiraja.
3. Mental pemain PSIM terguncang.