ISC B 2016 : PSIM VS PERSSU, Menang Atau Turun Tahta

Jersey Baru PSIM yang disediakan oleh Kelme Indonesia (Harian Jogja/JIBI - Arif Junianto)
29 Oktober 2016 12:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016 akan digelar di Stadion AAU.

Harianjogja.com, SLEMAN — Laga berat bakal dijalani oleh PSIM Jogja saat berhadapan dengan Perssu Sumenep pada lanjutan babak 16 besar ISC B 2016 di Stadion Sasana Krida, AAU, Berbah, Sleman, Sabtu (29/10/2016) siang.

Dibandingkan sang tamu, PSIM lebih diunggulkan memenangkan laga kali ini. Selain berstatus sebagai tuan rumah, secara peringkat klasemen di Grup A, posisi Laskar Mataram juga lebih baik dibandingkan Perssu.

Sama-sama meraih enam poin dari tiga kali pertandingan di paruh pertama babak 16 besar, PSIM menempati pemuncak klasemen, setelah unggul agregat gol dari PSCS Cilacap dan Perssu diperingkat kedua dan ketiga.

Alhasil, pertemuan kedua kesebelasan ini dipastikan bakal berjalan ketat dan sengit. Sebab, PSIM harus meraih kemenangan pada laga kali ini, jika tidak ingin tergeser dari pemuncak klasemen. Raihan tiga poin atas Perssu akan menempatkan PSIM kokoh di puncak klasemen. Hal ini dikarenakan di saat yang bersamaan, PSCS akan berhadapan dengan Persiraja di Stadion Wijaya Kusuma, Cilacap.

Akan tetapi realisasi untuk meraih tiga poin atas tim Kuda Terbang kali ini akan sulit. Sebab, sejumlah persoalan sedang menghinggapi skuat besutan Erwan Hendarwanto kali ini.

Kericuhan yang terjadi antarsuporter PSIM pada laga melawan PSCS, di akhir paruh pertama 16 besar membuat laga kali ini terpaksa harus dipindah dan digelar tanpa penonton. Jika semula PSIM bisa menggelar laga kandang di Stadion Sultan Agung, Bantul maka kali ini tidak bisa. Polres Bantul tidak mengeluarkan izin sebagai dampak insiden bentrok antarsuporter PSIM.

Persoalan perpindahan lokasi pertandingan dan tanpa adanya dukungan suporter dinilai oleh Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto akan berpengaruh terhadap penampilan tim. Sebab, para pemain PSIM yang rata-rata adalah pemain muda selama ini mendapatkan banyak motivasi lebih saat bermain di kandang karena adanya suporter.

“Saya hanya bisa berharap agar masalah ini tidak berpengaruh terhadap psikologis mereka. Mentalitas anak-anak harus tetap terjaga,” harap Erwan.

Selain persoalan mentalitas, Erwan juga dihadapkan pada kendala persiapan. Sampai terakhir jelang menghadapi anak asuh Salahudin, PSIM baru sekali melakukan laga uji coba melawan Tunas Jogja. Padahal, Erwan telah merencanakan menggelar dua kali laga uji coba untuk mengisi waktu sepekan jeda paruh kedua babak 16 besar, sekaligus menyiapkan tim menghadapi Perssu.

Alhasil, sejumlah kekurangan skuat, seperti penyelesaian akhir dan transisi permainan dari menyerang ke bertahan juga belum teruji. Meski demikian, Erwan berharap permasalahan ini tidak akan timbul saat berhadapan dengan Perssu.

“Kami sudah maksimalkan waktu yang ada, kini kami berharap mereka mampu tampil maksimal pada laga kali ini,” harap Erwan.

Sementara Pelatih Perssu, Salahudin mengatakan, meskipun laga melawan PSIM bakal digelar tanpa penonton, hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap penampilan timnya.

Eks pelatih Barito Putra ini menyatakan tetap meminta anak asuhnya untuk tampil impresif dan memaksimalkan setiap peluang yang ada menjadi gol. Sebab, ada peluang untuk Perssu meraih poin di laga kali ini.

“Kami masih punya peluang. Secara poin, PSIM dan PSCS sama dengan kami, dan kesempatan ke babak 8 besar masih terbuka lebar,” katanya.

Salahudin mengungkapkan, agar misi meraih poin di kandang PSIM mampu maksimal, sejumlah pembenahan telah dilakukannya. Ia mengaku telah melihat rekaman pertandingan melawan PSIM yang berakhir untuk kemenangan Perssu 1-0 pada pertemuan pertama di Sumenep.

Dari evaluasi laga tersebut, Salahudin melihat bahwa PSIM diisi oleh pemain muda dan baik dalam kolektivitas permainan. Di samping itu, ada beberapa pemain PSIM yang cukup menonjol dan perlu diwaspadai.

“Mereka punya penyerang yang bagus. Tidak ada instruksi khusus, hanya saja kami waspadai keberadaan mereka,” tandas Salahudin.