ISC B 2016 : PERSEPAM VS PSS SLEMAN, Laga Krusial Menuju 8 Besar

29 Oktober 2016 06:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016 PSS harus bekerja keras hadapi pertandingan besok Minggu.

Harianjogja.com, PAMEKASAN — Laga berat bakal dijalani oleh PSS Sleman saat dijamu oleh Persepam  Madura Utama pada lanjutan babak 16 besar ISC B di Stadion A Yani, Pamekasan, Minggu (30/10/2016) sore.

Dibandingkan dengan tuan rumah, secara peringkat dan hasil di babak 16 besar, PSS Sleman lebih diunggulkan. Sebagai pemuncak klasemen sementara Grup B, PSS membidik tambahan 1 poin pada laga yang digelar di kandang Sape Ngamok.

Raihan satu poin di Stadion A Yani akan menjadi batu pijakan bagi skuat Super Elang Jawa untuk lolos ke babak 8 besar. Meski demikian, ambisi meraih satu poin pada laga kali ini sepertinya akan sulit direalisasikan oleh Pelatih PSS Seto Nurdiyantoro.

Pertemuan antara PSS melawan Persepam kali ini adalah kali kedua. Pada pertemuan pertama, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, PSS gagal meraih poin penuh setelah ditahan imbang Persepam 1-1.

Selain bermain di kandang lawan dan rekor yang belum banyak berpihak kepada PSS Sleman, Pelatih Seto Nurdiyantoro kini juga dihadapkan dengan persoalan skuat pada laga kali ini. Cedera dan absennya sejumlah pemain pilar PSS membuat, pelatih asal Kalasan ini harus memutar otak lebih kencang untuk menerapkan strategi menghadapi Persepam.

PSS tidak diperkuat oleh Eko Pujianto yang harus menjalani hukuman kartu merah usai perkelahiannya dengan pemain Persepam di putaran pertama. Padahal, selama ini eks pemain PSIM Jogja dan PSIS Semarang ini menjadi palang pintu utama untuk pertahanan PSS.

Untuk posisi Eko, Seto kemugkinan akan menduetkan Oya Winaldo dan Deny Rumba. Pemain ini tidak hanya mampu berperan sebagai gelandang bertahan namun bisa diposisikan sebagai bek tengah bagi PSS.

Sementara di lini tengah, PSS juga tidak diperkuat oleh Aulia Ardli. Eks pemain Persiba Bantul ini selama ini menjadi pilihan utama untuk menjaga kedalaman skuat terutama saat PSS melakukan serangan. Alhasil, Dirga Lasut bakal diduetkan dengan Dave Mustaine. Duet kedua pemain ini sebenarnya sempat dimaksimalkan pada saat PSS melawan Persita Tangerang beberapa waktu lalu.

Meski terlihat maksimal, persoalan kedalaman skuat terutama saat transisi antara menyerang ke bertahan perlu dipikirkan lagi oleh Seto Nurdiyantoro. Sebab, pada laga melawan Persita, PSS terbukti kesulitan menjaga kedalaman skuat terutama saat transisi dari menyerang ke bertahan.

“Tak ada pilihan lain, Kamu mengalami permasalahan karena banyak pemain cedera dan absen. Untuk pilihan perubahan pola dari 4-2-3-1 menjadi 4-4-2,  akan mengacu pada kondisi di lapangan nantinya,” ujar Seto.

Menurut Seto, perubahan strategi ini harus dilakukan mengingat kemungkinan penerapan strategi berbeda yang kerap dilakukan oleh Pelatih Jaya Hartono. “Hal ini untuk mengantisipasi perubahan strategi mereka ketika berhasil menahan seri kami di pertemuan pertama," tambah Seto.

Di sisi lain, perubahan besar juga dilakukan oleh Persepam. Pelatih Jaya Hartono mengaku telah melakukan banyak pembenahan skuat demi mengamankan tiga poin di kandang. Selain membenahi pertahanan dan penyelesaian akhir, Persepam juga telah melakoni satu laga uji coba.

“Kami maksimalkan yang ada. Hasil di laga ini penting untuk menjaga kans kami lolos ke babak delapan besar,” ucapnya.