PSIM JOGJA : Tak Dapat Izin Laga PSIM vs Perssu dipindah ke AAU dan Tanpa Penonton

Kegiatan latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
28 Oktober 2016 02:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja vs Perssu akan dipindah ke AAU

Harianjogja.com, JOGJA -- Laga antara PSIM Jogja melawan Perssu Sabtu, Sabtu (27/10/2016), dipastikan batal digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Hal ini dikarenakan, sampai kemarin petang, izin keramaian tidak dikeluarkan oleh Polres Bantul.

"Sampai sekarang belum ada izin. Kami sudah mengupayakan semaksimal mungkin agar pertandingan bisa digelar di sana," ujar Ketua Panpel PSIM Brustam Iswanto kepada Harianjogja.com, Kamis (27/10/2016).

Menurut Bustam, Polres Bantul tidak mengeluarkan izin menyusul kericuhan antarpendukung PSIM saat laga melawan PSCS Cilacap di Stadion Sultan Agung, Bantul beberapa waktu lalu.

Padahal, sebelumnya ada kesepakatan antara Panpel dan dua pendukung PSIM untuk menjaga keamanan dan kondusivitas saat melakoni laga di kandang Persiba tersebut.

Alhasil, lanjut dia, Panpel pun menyiapkan plan B untuk menggelar laga. Selain menyodorkan alternatif jika laga digelar Stadion Sultan Agung tanpa penonto kepada Polres Bantul, Panpel PSIM juga menawarkan alternatif agar laga kontra Perssu dipindah ke Stadion Sasana Krida, AAU dengan tanpa penonton.

Agar alternatif menggelar laga di Stadion Sasana Krida, AAU, Berbah, Sleman bisa digelar, Panpel PSIM juga mulai berkoordinasi dengan PT GTS dan pengelola stadion tersebut.

"Itu alternatif terakhir. Kami masih usahakan digelar dengan penonton di Stadion Sultan Agung, Bantul," tandas Brustam.

Menurut Brustam jika laga digelar tanpa penonton adalah sebuah kerugian bagi panpel dan manajemen PSIM. Hal ini dikarenakan tanpa penonton tidak hanya akan berpengaruh terhadap penampilan skuat, manajemen PSIM juga tidak mendapatkan pemasukan dari tiket pertandingan. Padahal dalam sekali pertandingan, rata-rata panpel mampu mendapatkan pendapatan tiket Rp180 juta dan pendapatan ini untuk membiayai skuat.

"Jelas kami tidak ingin ini terjadi. Oleh karena itu, kami berharap agar diizinkan menggelar laga di Stadion Sultan Agung," harapnya.

Ditemui terpisah di hotel Sunarko, Pelatih Perssu Salahudin mengatakan, tidak mempersoalkan jika laga digelar tanpa penonton. Eks pelatih Barito Putera ini juga enggan menganggap faktor nonteknis ini berpengaruh terhadap skuat PSIM.

"Kami tidak ingin anggap enteng mereka. Kami lihat PSIM tim bagus, kolektivitas dan permainan mereka ngotot. Kami waspadai kekuatan mereka dengan ataupun tanpa penonton," tandasnya.