ISC B 2016 : PSIM VS Perssu di Sultan Agung Tanpa Penonton?

Kegiatan latihan PSIM Jogja di Stadion Mandala Krida. (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
27 Oktober 2016 20:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016 yang akan mempertemukan PSIM Jogja kemungkinan digelar tanpa penonton

Harianjogja.com, JOGJA- Kendala teknis yakni belum adanya izin pertandingan dari Polres Bantul pada laga PSIM menjamu anak asuh Salahudin di Stadion Sultan Agung Bantul membuat kemungkinan pertandingan digelar tanpa penonton.

Menurut Pelatih PSIM Erwan Hendarwanto, dipastikan sedikit banyak berpengaruh terhadap kondisi mental pemain.

Sebab, dengan komposisi pemain muda, adanya kabar terkait dengan pertandingan melawan Perssu akan membuat mentalitas pemain mengalami kendala.

Meskipun demikian, Erwan berharap agar anak asuhnya mampu bermain lepas dan mengesampingkan kabar tersebut. Sejauh ini Erwan mengaku terus mengupayakan agar mental para pemain terjaga dan siap bertanding melawan Perssu.

"Kehadiran suporter selama ini sangat menambah motivasi dan semangat mereka," katanya, Rabu (26/10/2016).

Terpisah, Presiden Brajamusti Rahmad Kurniawan berharap Polres Bantul tetap memberikan izin kepada Panpel PSIM agar laga melawan Perssu digelar dengan penonton.

Pria yang akrab dipanggil Mamek ini berharap agar permasalahan kericuhan antarsuporter usai laga melawab PSCS tidak dijadikan dasar bagi Polres Bantul untuk tidak mengeluarkan izin pertandingan. Kericuhan itu juga diharapkan tidak berpengaruh pada dikeluarkannya izin pertandingan PSIM kontra Perssu tanpa penonton.

"Kami pasti tidak ingin adanya gelaran tanpa penonton. Semoga semua pihak terkait bisa kembali berkomunikasi dan terjalin kembali hubungan yang baik," harapnya.

Mamek menambahkan, DPP Brajamusti terbuka dan siap bertemu dengan sejumlah pihak serta membantu manajemen Laskar Mataram agar laga ke depan  berjalan baik.

Selama ini, lanjut Mamek, Brajamusti juga selalu menjalin  hubungan komunikasi dan koordinasi dengan kepolisian. Langkah ini diharapkan mampu mengantisipasi dan menekan potensi pengulangan kericuhan antarpendukung PSIM. "Karena sesuai prinsip memang kami ingin suasana kondusif selalu tercipta," paparnya.

Agar tidak kembali terpancing dengan segala macam bentuk provokasi, DPP Brajamusti ungkap Mamek berharap agar kejadian ini tidak akan terulang kembali. Brajamusti mengajak kepada semua elemen pendukung PSIM untuk fokus mendukung tim.

"Kita hargai perjuangan tim dan pemain yang sudah sangat berat ini. Dan delapan besar sudah di depan mata sehingga ini butuh fokus kita untuk kembali mendukung langkah laskar mataram," harapnya.