ISC B 2016 : Lawan Persepam, PSS Gunakan Pola 4-4-2?

24 Oktober 2016 18:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016 akan mempertemukan Persepam Madura Utara dengan PSS Sleman

Harianjogja.com, SLEMAN — Pelatih PSS Sleman mengisyaratkan bakal menerapkan strategi baru saat melawan tuan rumah Persepam Madura Utama di paruh kedua babak 16 besar ISC B 2016, Minggu (30/10/2016) di Stadion Pamekasan.

Jika sebelumnya, PSS selalu identik dengan pola 4-2-3-1, maka pada lawatan ke Pamekasan kali ini, pola tersebut kemungkinan akan diganti menjadi 4-4-2.

Hal ini diungkapkan oleh Pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiyantoro kepada Harianjogja.com, Minggu (23/10/2016). Pelatih asal Kalasan ini menilai penerapan perubahan pola ini bisa saja dilakukan saat melawan Persepam. Akan tetapi, akan disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

“Bisa nanti diterapkan. Kita lihat saja perkembangannya nanti,” katanya.

Menurut Seto, simulasi penerapan pola 4-4-2 sebenarnya sudah dilakukan saat melawan PS Baturetno, Bantul pada laga uji coba di lapangan Paskas, Jumat (21/10/2016) sore.

Pada laga yang berkesudahan dengan kemenangan untuk PSS 3-1 tersebut, Busari dan kawan-kawan sengaja menggunakan pola 4-4-2 serta ada pergeseran sejumlah pemain yang ditempatkan tidak pada posisinya. “Alhasil, masih banyak pembenahan yang harus kami lakukan,” ungkap Seto.

Seto menilai laga uji coba sekali melawan PS Baturetno sudah cukup sebagai persiapan melawan Persepam. Dengan sisa waktu yang ada, pelatih berlisensi B AFC ini memilih untuk memaksimalkan perbaikan dalam penyelesaian akhir dan kreativitas serangan. Sebab, dari hasil melawan PS Baturetno, PSS masih lemah dalam dua hal tersebut.

“Sementara untuk keberangkatan tim dan berapa pemain yang akan kami bawa, saya masih menunggu konfirmasi dari manajemen,” terang Seto.

Di sisi lain, sampai kini terus mewaspadai kekuatan dari Persepam. Menurut Seto, dirinya telah melihat penampilan skuatnya saat melawan Persepam di paruh pertama. Dari rekaman tersebut, terlihat bahwa barisan gelandang Persepam memiliki penampilan yang baik, terutama pemain sayap memiliki kecepatan tinggi.

“Oleh karena itu, kami berusaha untuk meredam kecepatan mereka. Selain itu motivasi mereka juga tinggi, kami berharap anak-anak mampu tampil dengan motivasi yang lebih tinggi,” katanya.