Seri Nasional Liga Santri Nusantara Digelar di Jogja, Diikuti 31 Tim

Pemain Nur Iman (Kuning) saat menahan bola umpan dari temannya saat melawan Ar-Romli di Stadion Sultan Agung Bantul, Selasa (6/9/2016). (Ujang Hasanudin/JIBI - Harian Jogja)
24 Oktober 2016 13:40 WIB Abdul Hamied Razak Sepakbola Share :

Liga Santri Nusantara diikuti 31 tim

Harianjogja.com, SLEMAN- Liga Santri Nusantara (LSN) tahun ini diikuti oleh 31 tim atau pesantren masing-masing region. Tercatat peserta yang sudah hadir di Jogja sebanyak 1023 peserta terdiri dari pemain, manajer tim, official dan didampingi Koordinator Region. Jumlah tersebut belum termasuk supporter.

Seri Nasional LSN 2016 akan berlangsung mulai tanggal 24-30 Oktober, dengan menggunakan tujuh stadion, yaitu Stadion Maguwo Sleman, Stadion Tridadi Sleman, Stadion Dwi Windu Bantul, Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Baturetno Bantul, Stadion AAU Timur Bantul dan Stadion AAU Barat Bantul.

Sekretaris LSN 2016 Khairuddin Abbas mengatakan LSN merupakan turnamen sepakbola U-18 yang diikuti oleh para santri dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia. Menurutnya, secara kuantitas dan kualitas penyelenggaraan LSN tahun ini lebih baik dari tahun lalu.

"Kalau tahun lalu diikuti 198 tim sejak penyisihan, tahun ini ada 874 tim yang ikut," katanya saat jumpa pers di Asrama Haji DIY, Minggu (23/10/2016).

Dia mengatakan, Seri Nasional LSN 2016 di Jogja adalah puncak penyelenggaraan LSN 2016 setelah berlangsung babak kualifikasi di tingkat regional.

Pada seri regional, yang berlangsung pada bulan Agustus-September 2016, dari 32 region yang ada. Tiap-tiap juara dari masing-masing region mengikuti Seri Nasional LSN 2016 yang memperebutkan juara nasional dan Tropi Menpora RI.

"Dari 32 tim yang lolos, ada satu tim dari Maluku yang tidak bisa ikut karena penerbangannya terganggu cuaca," jelas dia.

Bersambung halaman 2

Dia mengatakan, Kemenpora RI bekerja sama dengan Asosiasi Pondok Pesantren se-Indonesia (RMI PBNU) berinisiatif untuk memajukan sepabola Indonesia dengan melibatan sumber daya dari pesantren.

Jumlah pesantren yang berada di bawah RMI tercatat 27.000 pesantren dengan jumlah santri lebih dari 4 juta orang, merupakan sumber potensial bagi bibit-bibit pesepakbola nasional. Kompetisi ini, sekaligus menjadi pasar yang besar untuk pengembangan industri sepakbola nasional.

Selain faktor sumber daya dan potensi pasar yang dimiliki pesantren, LSN juga menyumbangkan kultur yang baik dan positif bagi pengembangan sepakbola nasional.

Tradisi pesantren yang ditularkan untuk peningkatan mutu dan kultur sepabola nasional, seperti tradisi tahlilan dan sholawat sebelum bermain, tradisi cium tangan kepada wasit sebelum bertanding dan ketika mendapat kartu karena suatu pelanggaran.

Lebih dari, dari sisi penonton, para santri juga bisa memberi contoh bagaimana menjadi supporter sepakbola yang tertib dan santun, di mana perjalanan santri menuju stadion dan saat di dalam stadion penuh dengan alunan sholawat yang menyejukkan hati.

Ketua Panitia lokal LSN 2016 Umaruddin Masdar menambahkan, pembukaan Seri Nasional LSN 2016 akan dilaksanakan di Stadion Sultan Agung Bantul, Senin (24/10) jam 18:00 WIB.

Selesai pembukaan dilanjutkan pertandingan antara PP Nur Iman Mlangi Sleman DIY vs PP Darut Taibin Tulungagung Jawa Timur. Untuk Final dan penutupan akan dilaksanakan Minggu (30/10) di Stadion Maguwoharjo Sleman jam 14:00 WIB.