ISC B 2016 : Lawan Persepam, Seto Isyaratkan Main Cepat

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoPelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantara, Yogyakarta, Kamis (19/03 - 2015).
20 Oktober 2016 12:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016, PSS Sleman persiapkan pemain

Harianjogja.com, SLEMAN — Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengisyaratkan bakal melakukan rotasi dan perubahan permainan dari anak asuhnya pada paruh kedua babak 16 besar ISC B 2016.

Perubahan ini dinilai penting karena PSS membutuhkan tambahan lima poin untuk menjaga peluang lolos ke babak 8 besar.

“Mungkin nanti akan ada perubahan sedikit. Ini kami lakukan karena kami ingin merealisasikan target,” ujar Seto kepada Harianjogja.com, Rabu (19/10/2016).

Pelatih berlisensi B AFC ini menyorot penampilan lini belakang skuatnya masih lemah selama tiga laga terakhir di babak 16 besar. Lini belakang PSS lemah dalam mengatasi tekanan dari lini depan lawan, baik dalam duel udara maupun saat bola crossing.

Selain lini belakang, Seto mengungkapkan lini tengah PSS juga masih lemah. Beberapa kali  serangan dari lini tengah gagal diterapkan, sedangkan sokongan dari lini tengah dalam bertahan masih perlu pembenahan.

“Selain itu masih ada beberapa kelemahan di lini depan. Semua kami benahi pada sisa waktu ini,” katanya.

Agar target tambahan lima poin di paruh kedua babak 16 besar mampu direalisasikan, sisa sepekan jelang laga melakoni laga melawan Persepam akan dimaksimalkan oleh pelatih asal Kalasan ini. Disamping pembenahan strategi, pembenahan fisik pemain PSS juga terus ditingkatkan.

“Hari ini kami mulai rambah fisik mereka. Kami benahi lagi, di samping itu, nanti kami juga lakukan perbaikan untuk beberapa lini,” sambung Seto.

Mengenai laga melawan Persepam, 30 Oktober mendatang, Seto mengisyaratkan akan melakukan rotasi di lini tengah dan menginstruksikan Busari dan kawan-kawan main cepat. Strategi ini dinilai tepat karena PSS akan berhadapan dengan Persepam dengan tipical permainan cepat di Stadion Ahmad Yani Sumenep.

“Selain itu saya juga mewaspadai kemungkinan perubahan strategi dari Persepam. Pada laga melawan Persepam di Stadion Maguwoharjo, kemarin, Persepam melakukan perubahan besar di babak kedua, ini yang jadi sorotan kami,” ungkap Seto.

Sebelum bertolak ke Sumenep pada 28 Oktober mendatang, PSS dipastikan bakal melakukan laga uji coba dengan salah satu tim asal Sleman, Jumat (21/10). Pada laga uji coba tersebut, Seto memastikan tidak hanya menurunkan pemain yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan di laga babak 16 besar, namun juga menerapkan skema baru untuk menghadapi Persepam.

“Untuk lebih jelasnya, nanti bisa dilihat. Tempat dan lawan untuk uji coba kami serahkan ke manajemen,” ucapnya.

Terpisah, pembenahan juga dilakukan oleh Persepam Madura Utama. Pelatih Persepam Jaya Hartono mengatakan pembenahan utama yang dilakukan oleh pihaknya jelang laga melawan PSS adalah penyelesaian akhir.

“Evaluasi setelah lawan Kalteng Putra adalah masalah finishing ke gawang. Banyak peluang, namun gagal dikonversikan menjadi gol,” kata Jaya.

Selain melakukan pembenahan pada penyelesaian akhir, Jaya juga memastikan melakukan perbaikan semua lini. Untuk lini tengah, para gelandang Persepam dinilai belum maksimal untuk melakukan kreasi serangan. Sedangkan di lini belakang, banyak pemain PSS yang masih terlalu lama memegang bola.

“Ini jadi evaluasi dan harus kami perbaiki sebelum bertemu PSS,” tandasnya.