ISC B 2016 : PSIM Terancam Gagal Jadi Tuan Rumah Babak 8 Besar

17 Oktober 2016 14:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

ISC B 2016 yang mempertemukan PSIM Jogja dengan PSCS Cilacap berakhir ricuh

Harianjogja.com, BANTUL — Impian manajemen PSIM Jogja untuk menjadi tuan rumah babak 8 besar ISC B 2016 semakin tipis. Hal ini terjadi menyusul bentrok antarpendukung Laskar Mataram yang pecah pada pertandingan antara PSIM melawan PSCS Cilacap, Sabtu (15/10/2016) sore.

Akibat bentrok antarpendukung beberapa pendukung dan aparat kepolisian terpaksa harus mendapatkan perawatan.

“Jika sudah seperti ini, harapan kami untuk menjadi tuan rumah babak 8 besar sepertinya sulit direalisasikan,” ujar Sekretaris PSIM, Jarot Sri Kastawa, kepada Harianjogja.com di sela-sela kericuhan antarpendukung PSIM.

Kemenangan PSIM atas PSCS dengan skor 3-1 telah menempatkan tim asal Kota Jogja ini di pemuncak klasemen Grup A dengan 6 poin, dengan dua kali menang dan sekali kalah. Alhasil peluang bagi PSIM untuk melaju ke babak 8 besar cukup besar.

“Kami masih punya peluang lolos 8 Besar. Jika nanti hal itu kesampaian, kami berharap bisa menjadi tuan rumah. Namun, dengan kondisi seperti ini? sepertinya sangat sulit,” imbuh Jarot.

Selain gagal menjadi tuan rumah babak 8 besar, akibat kericuhan antarpendukung, PSIM juga terancam tidak mendapatkan izin pertandingan saat menjamu Perssu Sumenep, 29 Oktober mendatang. Hal ini diperparah dengan kemungkinan sanksi dan denda yang dijatuhkan oleh PT Gelora Tri Semesta (GTS), selaku operator kompetisi pasca kericuhan.

“Soal denda dan sanksi tentu ada. Panitia pengawas pertandingan mencatat semua secara detail dan melaporkannya ke PT GTS. Apapun konsekuensinya kami harus terima. Kami berharap semua pendukung PSIM untuk lebih dewasa,” harap Ketua Umum PSIM, Agung Damar Kusumandaru terpisah.