PSIM JOGJA : Masih 4 Hari, Fokus Benahi Lini Belakang

Pemain PSIM Jogja Jefri Prasetio (biru) berebut bola dengan pemain PSIS Semarang, Imral Korea (putih) di Stadion Jatidiri Semarang, dalam lanjutan liga Indonesia 2010 silam. (Jumali/JIBI - Harian Jogja)
10 Oktober 2016 18:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja akan fokus membenahi lini belakang yang dianggap masih lemah

Harianjogja.com, JOGJA -- Raihan tiga poin di Stadion H Dimurtala, kandang Persiraja Banda Aceh pada babak 16 besar ISC B 2016, Sabtu (7/10) lalu, belum sepenuhnya memuaskan Pelatih PSIM Jogja, Erwan Hendarwanto.

Erwan melihat skuat asuhannya masih mengalami permasalahan dalam bertahan. Hal ini dapat dilihat dari lemahnya koordinasi dan antisipasi bola setpice dari lini belakang Laskar Mataram.

"Satu gol yang diciptakan oleh tuan rumah adalah buktinya. Fokus dan koordinasi lini belakang kami masih lemah," katanya kepada Harianjogja.com, Minggu (9/10/2016).

Ia mengungkapkan, kelemahan lini belakang pada saat melawan Persiraja tidak lepas dari absennya sejumlah pemain pilar PSIM. Riskal Susanto yang biasa menjadi pilihan untuk mengisi starting eleven absen karena akumulasi kartu.

Oleh karena itu, agar persoalan yang sama tidak berulang, Erwan akan melakukan pembenahan terhadap lini belakang. Sisa efektif empat hari jelang laga menjamu PSCS Cilacap akan diintensifkan untuk melakukan pembenahan.

"Tidak hanya koordinasi, antisipasi bola-bola atas dan bola mati juga harus ditingkatkan. Kami optimistis dengan sisa waktu bisa mengatasinya," ucap Erwan.

Menurut Erwan, pembenahan lini belakang juga dilakukan senyampang dengan penyelesaian akhir dan transisi dari bertahan ke menyerang. Pembenahan ini mutlak dilakukan karena dirinya menargetkan tiga poin di Stadion Sultan Agung Bantul, Sabtu (15/10/2016) mendatang.

"Ini realistis, karena kami bermain di kandang. Apalagi, tidak ada pemain yang absen karena akumulasi kartu pada laga nanti," ungkapnya.

Sementara disinggung mengenai debut Engkus Kuswaha, Erwan memandang penampilan pemain asal Majalengka tersebut cukup menjanjikan.

Torehan satu gol dari dua gol ke gawang Persiraja yang diciptakan oleh Engkus membuktikan bahwa secara kualitas eks pemain Deltras dan Persibat cukup layak.

"Meskipun demikian, dia perlu ada treatment khusus, karena fisiknya masih lemah. Oleh karena itu, kemarin saya turunkan sebagai pemain pengganti," papar Erwan.

Erwan berharap, modal tiga poin di kandang Persiraja tidak membuat anak asuhnya jemawa. Hal ini dikarenakan perjalanan di babak 16 besar masih panjang.  Raihan tiga poin di laga tandang, kata dia, harus diteruskan dengan hasil maksimal saat menjamu Laskar Nusakambangan.

"Mudah-mudahan dengan sisa waktu yang ada bisa kami maksimalkan," harap dia.