16 BESAR ISC B 2016 : PT GTS Kirim Surat, PSS Sleman Bakal Kena Sanksi?

Detik-detik jelang dikeluarkannya kartu merah pada pertandingan antara PSS Sleman melawan Persepam MU di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (1/10/2016) sore (JIBI/Harian Jogja - Jumali)
04 Oktober 2016 16:35 WIB Arief Junianto Sepakbola Share :

16 Besar ISC B 2016 belum berpihak kepada PSS Sleman.

Harianjogja.com, SLEMAN — Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS Sleman Edijanto menyatakan pesimistis mampu lolos dari jerat sanksi PT Gelora Trisula Semesta (GTS) usai laga PSS melawan Persepam Madura Utama di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (1/10/2016). Hal ini dikarenakan selama ini PT GTS tidak pernah menolerir adanya insiden apapun yang dianggap melanggar regulasi.

Meski demikian, Edi mengungkapkan tetap berupaya memberikan klarifikasi usai terbitnya surat dari PT GTS, Senin (3/10/2016). Dalam surat tersebut, PT GTS memberikan kesempatan klarifikasi kepada manajemen PSS selambat-lambatnya hingga Rabu (6/10/2016) mendatang terkait kerusuhan di laga pertama babak 16 besar ISC B. Klarifikasi itu pun diharapkan PT GTS disampaikan pihak manajemen PSS Sleman melalui surat elektronik.

Adapun klarifikasi yang akan diberikan PSS di antaranya adalah keterangan bahwa insiden pelemparan penonton itu terjadi lantaran dipicu terlebih dulu oleh ulah provokatif salah seorang pemain Persepam ke arah penonton di tribun sisi barat.

“Akan tetapi, sejauh ini, semua pelanggaran yang dilakukan oleh PSS Sleman, tak pernah diampuni oleh PT GTS. Setidaknya ada tiga kali kami disanksi,” kata Edijanto, Senin (3/10/2016).

 

Berikut insiden yang dianggap oleh PT GTS diperlukan klarifikasi :

-Insiden perkelahian antara bek PSS Sleman Eko Pujianto dan penyerang Persepam Madura Utama Reza Mustofa yang berujung pada kartu merah kepada kedua pemain terseubut.
-Insiden pelemparan suporter PSS Sleman ke arah bens pemain Persepam Madura Utama sesaat setelah insiden perkelahian tersebut.