MASA DEPAN PELATIH : Jadi Caretaker Pelatih Persela, Ini Ungkapan Kekhawatiran Didik

Logo Persela (Wikipedia)
28 Mei 2016 13:35 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

Masa depan carataker Pelatih Persela Didik Ludianto di Persela masih belum jelas.

Harianjogja.com, LAMONGAN — Jabatan caretaker tak asing bagi Didik Ludianto. Sebelum ia ditunjuk sebagai pelatih sementara Persela pasca-mundurnya Stefan Hansson, Didik menjadi caretaker saat Persela memecat Gomes de Oliveira pada akhir putaran pertama ISL 2014 setelah Persela hanya menempati posisi juru kunci klasemen sementara.

Tidak berbeda dengan dua tahun silam, Didik kembali naik pangkat walau sementara. Ia menggantikan posisi Stefan Hansson yang memutuskan mundur setelah gagal membawa Persela meraih poin di empat pertandingan awal ISC A 2016.

Manajemen Persela ingin menapaktilasi sukses Didik menangani tim berjulukan Laskar Jaka Tingkir itu usai didepaknya Gomes dari kursi pelatih. Saat itu Didik sukses mengangkat performa Persela yang semula terpuruk menjadi tim yang disegani oleh lawan-lawannya.

Hanya, untuk kali ini terasa berbeda bagi Didik. Jika saat Gomes dipecat ia bisa menikmati statusnya sebagai caretaker, kali ini terasa sangat tidak mengenakkan. Didik menerima jabatan ini setelah kiprahnya pada dua turnamen selama 2015, Piala Presiden dan Piala Jenderal Sudirman gagal total.
Didik tak mampu melanjutkan kisah suksesnya saat menggantikan posisi Gomes pada ISL 2014. Maklum, kinerjanya sempat mendapat sorotan tajam karena langkah Khoirul Huda dkk di dua turnamen itu hanya sampai di babak penyisihan.

“Ini yang paling tidak saya harapkan setelah kegagalan membawa Persela berjaya pada dua turnamen besar pada 2015. Tapi mau bagaimana lagi, saya harus menerima tongkat estafet ini sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap manajemen, profesi dan publik Lamongan,” kata Didik Ludianto.

Meski terasa lebih berat ketimbang saat menggantikan Gomes, Didik berusaha menjalaninya dengan penuh dedikasi. Hari-harinya pun berbeda dengan sebelum kepergian Hansson.

Didik kini lebih banyak berpikir bagaimana caranya mengangkat performa tim, baik mengutak-atik komposisi tim, melakukan pendekatan pada para pemain, serta mencari formasi yang tepat agar penampilan timnya tak kedodoran di dua pertandingan ke depan, lawan Semen Padang dan Bali United.

Maklum, sesuai dengan estimasi manajemen Persela, masa kerja Didik sebagai caretaker hanya untuk dua pertandingan terdekat. Setelah itu, manajemen Persela akan mengumumkan pelatih kepala definitif dan mengembalikan posisi Didik sebagai asisten pelatih bersama Ragil dan Benny van Breuklen.

“Semoga dari dua lawatan ini Persela dapat poin. Syukur-syukur kalau menang dari salah satu laga itu. Setidaknya, pelatih kepala yang akan menggantikan Coach Hansson tidak terlalu berat mengangkat penampilan tim ini di pertandingan selanjutnya,” sebut Didik.