BENTROK SUPORTER GRESIK : Operator ISC A Investigasi Insiden Gresik

Logo ISC A 2016 (Indonesiansc)
26 Mei 2016 16:35 WIB Jumali Sepakbola Share :

Bentrok suporter Gresik United dengan suporter PS TNI mendapatkan perhatian serius dari operator ISC A 2016. Mereka langsung melakukan ivestigasi terkait dengan insiden tersebut.

Harianjogja.com, JAKARTA — PT Gelora Trisula Semesta (GTS) bergerak cepat tangani insiden di laga pekan keempat ISC A 2016antara Persegres Gresik United dan PS TNI. Di laga yang berlangsung di Stadion Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Minggu (22/5/2016), dan berakhir dengan imbang tanpa gol tersebut, terjadi bentrok kelompok suporter kedua tim.

Usai mengumpulkan semua laporan, khususnya laporan dari Match Commissioner, serta informasi dari berbagai sumber pada Senin (23/5/2016), PT GTS langsung menyambangi Gresik pada Rabu (25/5) untuk menginvestigasi insiden tersebut secara langsung dan lebih detail. Dalam proses investigasi tersebut, PT GTS mendatangkan security and crowd management expert yang didampingi oleh Direktur Kompetisi PT GTS dan salah satu anggota Komite Disiplin (Komdis) Indonesia Soccer Championship (ISC).

Dikutip dari laman resmi Indonesiasc, Kamis (26/5/2016), dalam proses investigasi tersebut, PT GTS bertemu dengan beberapa pihak terkait insiden tersebut. Mereka di antaranya, Panitia Penyelenggara (Panpel) Pertandingan Persegres Gresik Unted selaku panpel yang menggelar laga tersebut, pengurus Persegres Gresik United, dan perwakilan Ultras Gresik, kelompok suporter Persegres Gresik United.

Pertemuan dan Panpel Pertandingan dan Pengurus Persegres Gresik United, PT GTS menggali sejumlah informasi. Mulai dari jalur dan peta stadion, kronologi kejadian menurut panpel, dokumen persiapan panpel sesuai dengan Regulasi ISC A 2016 pasal 60, khususnya terkait manajemen risiko, dokumen notulen match coordination meeting, sampai dokumen atau hal teknis lain seperti apakah jalur evakuasi sudah disiapkan, apakah manajemenrisiko sudah dibuat, bagaimana rundown acara, perizinan, dan notulen-notulen lainnya.

Dengan perwakilan Ultras Gresik, PT GTS pun mencoba mendapatkan kronologi insiden tersebut dari sisi Ultras Gresik. Sebelumnya, PT GTS sudah lebih dulu mendengarkan keterangan dari pihak kepolisian dan kubu PS TNI. Selain soal kronologi insiden tersebut, PT GTS pun mengumpulkan informasi berupa profil Ultras Gresik, mulai dari sejarah, budaya, jumlah, demografi, sikap, persebaran, sampai soal harapan mereka, dan catatan rencana mereka pada hari pelaksanaan pertandingan. Data dan informasi di media sosial yang berkembang pada saat itu pun ikut dikumpulkan.

Semua hasil yang didapat dalam proses investigasi tersebut akan dibawa ke sidang Komite Disiplin ISC yang akan berlangsung pada Kamis (26/5). Dan, tak behenti sampai di situ. Untuk mencegah insiden serupa terjadi, Panpel Pertandingan Persegres Gresik United akan mendapatkan pendampingan dalam proses perancangan manajemen risiko. Dan, belajar dari insiden tersebut, PT GTS berencana mewajibkan tiap klub peserta kompetisi untuk memiliki security officer.

Dalam proses investigasi tersebut, awalnya PT GTS berencana mengunjungi korban akibat insiden itu lewat koordinasi dengan Ultras Gresik. Namun, urung dilakukan karena korban sudah kembali ke rumah masing-masing. Meski begitu, PT GTS tetap memberikan santunan bagi empat korban yang mendapat luka paling parah dalam insiden tersebut.