ISC B 2016 : Strategi Mr Koprol Tumpuk Pemain di Lini Tengah Berhasil

Pertandingan PSS vs Persiba Bantul di Stadion Maguwoharjo Sleman, sore ini (Eljatv)
26 Mei 2016 07:35 WIB Arief Junianto Sepakbola Share :

ISC B 2016 telah mempertemukan PSS Sleman melawan Persiba Bantul. Dalam laga yang berkesudahan untuk kemenangan PSS dengan skor 2-1 itu strategi Pelatih Persiba, Sajuri Syahid terbilang sukses. Pelatih yang akrab dipanggil Mr Koprol ini menumpuk pemain di lini tengah.

Harianjogja.com, BANTUL-- Skuat Persiba Bantul yang bermaterikan pemain lokal ternyata mampu mengimbangi kekuatan PSS Sleman. Meski akhirnya, Laskar Sultan Agung harus ditekuk PSS di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (23/5/2016) sore.

Kesuksesan Persiba ini tidak lepas dari eksperimen dari Sajuri Syahid. Mr Koprol-panggilan akrab Sajuri menempatkan banyak gelandang di lini tengah. Alhasil, Persiba mampu memenangi permainan di lini tengah.

Pada laga derby melawan PSS Sleman, Sajuri menempatkan seorang gelandang bertahan yang dilapis oleh empat orang gelandang tengah. Wahudi ditempatkan sebagai gelandang tengah dan mengalirkan bola dari lini belakang ke depan saja.

Sedangkan peran cukup vital diambil alih oleh Johan Manaji dan Saddam Sudharma. Johan yang biasanya menempati posisi pemain sayap, kali ini digeser ke tengah. Hal yang sama juga dilakukan oleh Saddam Sudharma. Pemain yang nyaris tak pernah mendapatkan tempat di skuat utama ini dipaksa tampil full time.

Sayang strategi ini berubah sejak Johan Manaji ditarik lebih ke dalam. Persiba Bantul kehilangan sosok winger yang ofensif, ditambah dengan kerap terlambatnya dua bek sayap Persiba Bantul melakukan overlapping membuat Persiba Bantul hanya sesekali merangsek masuk ke area pertahanan tuan rumah.

Keberadaan Dharmawan Effendi sebagai ujung tombak menjadi pilihan utama. Alhasil, jika Dharnawan dimatikannya Sajuri pun hanya bisa angkat tangan.

“Kalau untuk urusan striker, saya angkat tangan. Saya hanya punya satu orang itu saja [Dharmawan Effendi],” tegas Sajuri.