ISC B 2016 : Ini Rahasia Ketahanan Fisik Punggawa Persik

Persik Kediri, Minggu (14/2/2016), melakoni laga persahabatan melawan Persinga Ngawi di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Jawa Timur. Laga yang dimenangi Persik Kediri dengan skor akhir 2-0 tersebut merupakan laga perdana Persik pasca bubar akibat tidak lolos verifikasi finansial pada musim 2015. (JIBI/Solopos/Antara - Prasetia Fauzani)
24 Mei 2016 16:35 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

ISC B 2016 telah memasuki pekan keempat, namun ketahanan fisik para punggawa Persik seakan tidak habis.

Harianjogja.com, KEDIRI — Penampilan Persik Kediri hingga laga pekan keempat ISC B makin menanjak. Padahal jika diamati dari segi fisik, mayoritas pemain Tim Macan Putih rata-rata berusia di atas 30 tahun. Namun mereka tetap bugar bermain sepanjang pertandingan. Apa resepnya?

Daya tahan stamina Harianto dkk. seolah tak ada matinya di lapangan. Ini tak lepas dari peran Kwin Atmoko. Dia adalah pelatih atletik nasional yang dimiliki Kota Kediri. Kwin Atmoko juga yang menggembleng pelari gawang nasional Edi Jakariya yang pernah membela Indonesia di beberapa ajang internasional mulai SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

Ada empat poin dalam program yang diberikan kepada anak didik Kas Hartadi dalam persiapan khusus maupun setiap latihan rutin menjelang pertandingan.

"Karena waktu sangat mepet. Saya lebih menekankan pada akselerasi kecepatan, fleksibilitas, agility, dan kondisioning. Ini empat rangkaian yang harus terus dilakukan saat pemanasan sebelum berlatih," tutur Kwin Atmoko.

Atletik sebagai ibu dari semua cabang olahraga memiliki gerakan dasar mulai loncat, lari, lompat, hingga lempar. Empat elemen itu juga ada di sepak bola.

"Saya tak memberikan program endurance kepada pemain. Karena yang dibutuhkan adalah kelenturan dan daya tahan otot pemain agar selalu siap saat bertanding. Jika mereka memiliki otot seperti itu, pemain tak mudah cedera," kata Kwin Atmoko.

Dodok Anang mengakui pengaruh latihan fisik yang diberikan Kwin Atmoko yang saat ini tercatat sebagai guru olahraga di SMUN 8 Kota Kediri.

"Badan terasa enak, karena otot-otot kami selalu siap dipakai bertanding. Latihan yang diberikan tak terlalu berat, tapi sangat mengena. Teman-teman juga jarang terlihat kram saat di lapangan," kata Dodok Anang.

Kwin Atmoko mengakui tak terlalu banyak melakukan sentuhan berbentuk teknis. "Mayoritas pemain Persik mantan ISL. Jadi mereka tahu apa yang harus dilakukan. Saya hanya menekankan bagaimana latihan fisik membuat pemain Persik nyaman menjalankannya. Kalau harus lari sekian meter mengelilingi lapangan, mereka pasti merasa keberatan," ujar Kwin Atmoko.