RUSUH SUPORTER GRESIK : PS TNI Minta Maaf

24 Mei 2016 07:40 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

Rusuh suporter terjadi di Stadion Petrokimia, Minggu (22/5/2016) petang. PS TNI meminta maaf atas kejadian tersebut.

Harianjogja.com, GRESIK — Korban berjatuhan pada laga antara Persegres Gresik United dan PS TNI di Stadion Petrokimia, Minggu (22/5/2016) petang, pada lanjutan Torabika Soccer Championship 2016. Tercatat 50 orang suporter dari Gresik United mengalami luka akibat bentrok tersebut.

Pihak manajemen PS TNI pun menyesali kejadian tersebut dan coba menerangkan kronologis di lapangan pada laga yang berakhir dengan skor imbang tanpa gol itu.

PS TNI juga berjanji bakal memberikan edukasi kepada suporter mereka dan berharap kejadian serupa tak sampai terjadi di masa mendatang. Pihak klub menyerahkan sepenuhnya kepada PT Gelora Trisula Semesta selaku operator.

Kericuhan itu sendiri meledak manakala adanya pemindahan spanduk dari suporter PS TNI di tribun, oleh seorang suporter Gresik United. Yang kemudian tak bisa diterima oleh suporter PS TNI hingga keadaan memanas.

Berikut poin penjelasan dari pihak manajemen PS TNI terkait insiden kemarin;

1. Kami mewakili Suporter PS TNI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada suporter Persegres GU atas insiden kemarin di Stadion Petrokimia Gresik

2. Tindakan yang kami lakukan selaku perwakilan manajemen klub adalah memberikan edukasi kepada suporter PS TNI agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari

3. Adapun sebab akibat kejadian kemarin kronologisnya adalah karena dipicu aksi provokasi oknum suporter Persegres GU yang bernyanyi dan meneriakkan yel-yel rasis seperti "PS TNI j*nc*k, aparat k*p*rat" (sesuai regulasi Bab XI DISIPLIN Pasal 55 Tim Tuan Rumah dapat dikategorikan sebagai pelanggaran disiplin karena meneriakkan yel-yel yang berbau rasis dan penghinaan thd. Tim Tamu, serta spanduk rasis bertuliskan Stop Arogansi Cops) dan pelemparan batu dari salah satu oknum Suporter Persegres GU yang berada di pinggir lapangan dan mengenai salah satu suporter PS TNI, sehingga kejadian tersebut memicu turunnya oknum suporter PS TNI ke lapangan

4. Peringatan agar sektor 5 Stadion Petrokimia harus steril dan harus ada barikade jarak antarsuporter sudah disampaikan oleh Kabag Ops Polres Gresik dan disepakati oleh perwakilan suporter serta Panpel Gresik pada saat Rakor di Polres Gresik hari Jumat (Bab IX Tiket dan Akreditasi pasal 51 ayat 5 yaitu Klub Tuan Rumah Wajib menyiapkan saleable capacity untuk Suporter Klub Tamu di tempat yg terpisah dan aman tanpa diskriminasi berdasarkan agama, ras, gender, atau kebangsaan) namun oknum suporter Gresik tetap memaksa ingin menempati sektor 5 yang sudah menjadi kesepakatan bersama untuk dikosongkan

5. Kami dari manajemen PS TNI menyerahkan sepenuhnya kepada Komdis PT. GTS terkait insiden kemarin, karena dihadiri oleh Match Commissioner dari PT. GTS yang menyaksikan langsung di lapangan sesuai Bab XI DISIPLIN pasal 57 tentang Tindak Kekerasan dan Indispliner Tim Tuan Rumah. Kami harapkan Komdis bisa adil dalam menyikapi insiden kemarin sesuai regulasi dan kode disiplin PT. GTS.