BENTROK SUPORTER VS WARGA : Ini Pernyataan Brajamusti Terkait Bentrok di Jamal

Brajamusti memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka PSIM Jogja dalam pertandingan persahabatan melawan Persela Lamongan di Stadion Mandala Krida, Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (20/4/2015). Persela yang ketinggalan satu gol pada babak awal, berhasil menebus kekalahan dengan satu gol pada babak kedua. Skor imbang 1-1 itu bertahan hingga babak ke dua usai. (Desi Suryanto/JIBI - Harian Jogja)
23 Mei 2016 15:11 WIB Arief Junianto Sepakbola Share :

Bentrok suporter vs warga yang terjadi di Jalan Magelang KM 14 membuat Brajamusti angkat bicara. Berikut pernyataan Brajamusti terkait kejadian tersebut.

Harianjogja.com, JOGJA — Bentrok suporter dengan warga yang terjadi di Jalan Magelang KM 14, Minggu (22/5/2016) dini hari WIB membuat suporter PSIM Jogja, Brajamusti angkat bicara.

Presiden Dewan Pengurus Pusat (DPP) Brajamusti Rahmat Kurniawan menjelaskan, insiden itu terjadi bukan tanpa sebab. Ia mengakui, sepanjang perjalanan pulang, sejumlah bus yang mengangkut rombongan Brajamusti sempat mengalami pelemparan.

Hal itu dibuktikannya sendiri dengan adanya beberapa unit kendaraan, baik bus maupun mobil pribadi yang rusak akibat pelemparan tersebut.

Meski demikian, ia enggan mempersoalkan hal tersebut. Pria yang akrab disapa Mamek itu lebih memilih untuk kooperatif dengan pihak kepolisian.

“Semalam [22/5] saya sudah memenuhi panggilan dari Polres Sleman,” katanya kepada wartawan, Senin (23/5/2016) di Wisma PSIM.

Mamek mengklaim bahwa rombongan Brajamusti yang berangkat ke Semarang sudah dikoordinasikannya untuk berangkat bersama-sama dari Wisma PSIM. Oleh sebab itu, ia yakin bahwa semua anggota Brajamusti sudah terkoordinasi dengan rapi dengan satu komando dari DPP Brajamusti.

“Jadi kalau ada yang berangkat terpisah, jujur saja, kami tidak tahu. Sepengetahuan kami, semua anggota Brajamusti sudah kami instruksikan untuk berangkat bersama-sama,” tegasnya.