BENTROK SUPORTER VS WARGA : Ini Penjelasan Kepolisian Soal Bentrokan di Jamal KM 14

Ilustrasi tewas (http:/ - halloapakabar.com)
22 Mei 2016 16:23 WIB Sunartono Sepakbola Share :

Bentrok suporter dengan warga kembali pecah. Kali ini bentrokan terjadi di Jalan Magelang (Jamal) KM 14. Berikut penjelasan Kepolisian Sleman terkait bentrokan.

Harianjogja.com, SLEMAN — Bentrok suporter bola kembali terjadi di Sleman. Dua kelompok massa bentrok di Jalan Magelang Km 14, Triharjo, Sleman, Minggu (22/5/2016) dinihari WIB. Akibat bentrok seorang remaja asli Wonogiri, Stanislaus Gandhang Deswara (16), dilaporkan tewas. Remaja yang indekos di daerah Mrican, Caturtunggal, Depok, Sleman ini diduga tewas setelah dikeroyok oleh salah satu kelompok suporter di DIY.

Kapolres Sleman AKBP Yuliyanto menyatakan, korban meninggal sebelumnya sempat dirawat di rumah sakit. Kini identifikasi terhadap korban sedang dilakukan agar diketahui apakah korban meninggal adalah murni dari suporter atau warga biasa.

"Ada yang masih rawat inap juga, kalau yang luka totalnya ada enam sampai tujuh orang," tegas Yuliyanto melalui ponselnya, Minggu (22/5/2016) siang.

Ia merinci bahwa kepolisian telah berusaha mengantisipasi terjadinya bentrok. Awalnya, muncul informasi akan adanya penghadangan suporter di kawasan Jalan Magelang. Ratusan personel dari berbagai satuan disiagakan di kawasan Medari, Triharjo, Sleman untuk melakukan pengamanan. Mengingat, bus rombongan yang mengangkut suporter dari Semarang dimungkinkan memasuki wilayah Sleman jelang tengah malam. Melalui koordinasi dengan Polres Magelang dan Polres Kulonprogo, pihaknya berhasil mengalihkan jalur lima bus rombongan agar tidak melalui kawasan Jalan Magelang demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Sejak ada informasi penghadangan, personel sudah kita kerahkan, lima bus berhasil kita alihkan melalui Kulonprogo," ungkap dia.

Setelah memastikan lima bus telah melewati jalur barat hingga Minggu (22/5/2016) dinihari, ia merasa lega karena bisa meminimalisasi kemungkinan terjadinya bentrok. Perlahan secara berangsur pasukan yang dikerahkan pun ditarik ke Mako Polres Sleman. Meski masih ada pula yang disiagakan di kawasan Medari.

Akan tetapi sekitar pukul 01.00 WIB, rupanya masih ada tiga bus lainnya yang mengangkut suporter nekat melewati Jalan Magelang. Saat itulah bentrok kemudian terjadi.

"Tetapi ternyata ada tiga bus lagi yang ketinggalan, kita tidak tahu kalau ternyata ada tiga bus lagi. Jadi tahu-tahu mereka sudah masuk wilayah Sleman, terus terjadi bentrokan itu. Sudah kita antisipasi, bahkan mobil pribadi juga sudah kita lewatkan Kulonprogo sehingga aman, pikir saya itu kan sudah habis, jadi anggota tinggal standby di Mako [Polres Sleman] tapi ternyata setelah itu [ada bus lagi]," tegasnya.

Selain korban luka, sebuah bus dan satu mobil Xenia nopol AB 1211 WE rusak bagian kaca depan akibat terkena lemparan. Kapolres menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut dengan mengumpulkan keterangan di lapangan. "Untuk pelaku masih kita selidiki, kita akan minta keterangan saksi dan korban selamat, untuk melihat bagaimana kejadiannya," ungkap dia.