PENCABUTAN PEMBEKUAN PSSI : Ini Kata Evan Dimas Soal Pencabutan Pembekuan

Evan Dimas (putih) berebut bola dengan Hamka Hamzah, pemain Pusamania Borneo FC pada babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, beberapa wagt lalu. (JIBI/Harian Jogja - Jumali)
28 Februari 2016 22:35 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

Pencabutan pembekuan PSSI dikabarkan segera direalisasikan. Evan Dimas, eks pemain Timnas Indonesia U-19 yang kini menempuh program khusus bersama Espanyol B mengaku senang.

 
Harianjogja.com, BARCELONA — Evan Dimas masih menjalani latihan dalam program khusus bersama Espanyol B. Namun, ia tetap tak bisa menjauhkan diri dari sepak bola Indonesia yang membesarkan namanya. Di sela rutinitas latihan dan aktivitas kesehariannya di Barcelona, Evan terus memantau perkembangan terkini di Tanah Air.

Evan mengaku mendengar rencana pemerintah mencabut surat keputusan (SK) pembekuan PSSI. Hal itu disambutnya dengan gembira.

Ia lantas menuturkan jelang keberangkatannya ke Spanyol, bintang muda Indonesia itu pernah ditanyai Menpora Imam Nahrawi, apa keinginannya terhadap sepak bola Indonesia. Kala itu, Evan meminta kepada Menpora agar kompetisi digulirkan kembali.

Menurut Evan, Menpora saat itu menyanggupi kompetisi pasti segera digulirkan lagi. Namun, Evan tak menyangka jika apa yang ia dan rekan-rekan seprofesinya inginkan mulai ada titik terang secepat ini. Maklum, sudah lama wacana pencabutan pembekuan itu berembus, tapi tak juga terealisasi.

Evan memang tidak secara eksplisit meminta Menpora mencabut sanksi pembekuan terhadap PSSI, namun jika ingin kompetisi bergulir kembali, secara otomatis pembekuan itu harus dicabut. "Maksud saya juga begitu," ujar Evan.

Itulah mengapa setelah ada kabar Presiden RI Joko Widodo meminta Menpora mencabut sanksi itu, Evan merasa senang. Meski sampai sekarang belum dicabut, minimal sudah ada upaya konkret untuk mengakhiri polemik ini.

Evan mengungkapkan mengetahui kabar ini dari rekan-rekannya di Indonesia. "Saya mendapat kabar dari teman-teman di grup What’sApp maupun Blackberry Messenger. Alhamdulillah, akhirnya apa yang saya dan teman-teman harapkan mulai ada titik terang. Terima kasih Presiden dan Menpora. Semoga ini menjadi titik awal perbaikan dan kemajuan sepak bola Indonesia," ujar Evan.

Kendati masih tiga bulan lebih berada di Spanyol untuk menjalani program bersama RCD Espanyol B, baginya kabar ini menyuntikkan semangat baru. Minimal saat kembali ke Tanah Air, situasi sepak bola Indonesia diharapkannya sudah berubah.

Evan mengaku ikut prihatin melihat kondisi sepak bola Indonesia sejak sanksi pembekuan PSSI dijatuhkan. Banyak rekan-rekannya sesama pesepak bola yang mengeluh karena tak memiliki mata pencaharian dan hidup serbaterbatas. "Mereka sampai mencari makan untuk keluarga dengan bermain tarkam yang hasilnya tidak seberapa," ujar Evan.