MASA DEPAN PERSIPURA : Tunggu Kepastian Turnamen, Persipura Istirahatkan Sementara Pemainnya

Pesepak bola Persipura Lancine Kone (putih) berebut bola dengan pesepak bola Arema Cronus Cristian Gonzales pada babak delapan besar Piala Jenderal Sudirman, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, beberapa waktu lalu. (JIBI/Harian Jogja - Jumali)
10 Februari 2016 15:35 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

Masa depan Persipura di beberapa turnamen sampai kini belum ada kejelasan. Untuk menunggu kepastian turnamen, tim berjuluk Mutiara Hitam itu memilih mengistirahatkan sementara pemainnya.

 

 
Harianjogja.com, JAYAPURA — Ketua umum tim Persipura Jayapura, Benhur Tommy Mano yang akrab disapa BTM, mengatakan berdasarkan keputusan bersama manajemen dan pemain Mutiara Hitam pada Selasa malam, dihasilkan kesepakatan bahwa tim akan istirahat sementara menunggu kepastian adanya turnamen.

"Jadi, dalam pertemuan tadi antara pengurus, manajemen dan pemain, dihasilkan beberapa kesepakatan diantaranya mengistirahatkan seluruh aktivitas pemain Persipura, termasuk latihan," katanya usai pertemuan tertutup di kediaman manajer Rudi Maswi, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (9/2/2016) malam.

BTM yang didampingi Manejer Rudi Maswi, Presiden Direktur Herad, Sekretaris Umum Rocky Bebena dan Media Officer Bento Madubun juga menyampaikan bahwa keputusan untuk istirahatkan semua latihan tim Persipura melalui rapat bersama dengan pemain.

"Ada sejumlah opsi yang kami berikan kepada pemain, misalnya tetap latihan namun tidak mendapatkan uang transport atau lainnya, tetapi melalui rapat pemain itu sendiri, mereka memilih untuk istirahat sambil menunggu turnamen," katanya.

Keputusan itu juga, kata BTM yang juga Wali Kota Jayapura, dikarenakan belum ada kepastian bergulirnya sejumlah turnamen yang digaungkan belakangan ini, seperti turnamen Piala Gubernur Kaltim, Kapolri Cup dan Indonesian Super Cup.

"Untuk Piala Gubernur Kaltim, turnamen itu akhirnya ditunda, Kapolri Cup dan Indonesian Super Cup belum ada pemberitahuan selanjutnya," katanya.

Sementara terkait dana yang diminta kepada pihak sponsor seperti Bank Papua dan Freeport, BTM mengatakan hanya Bank Papua yang memberikan jawaban positif setelah surat kedua yang dilayangkan dengan nada keras.

"Bank Papua hanya bisa sponsor sebesar Rp2,5 miliar, sementara kebutuhan tim untuk ikut suatu turnamen sebanyak Rp4 miliar hingga Rp5 miliar. Kalau PT Freeport hingga kini belum ada jawaban," katanya diamini Manejer Rudi Maswi.

Sementara terkait gaji pemain selama latihan sebulan, BTM mengaku akan mencari jalan untuk membayarnya.

"Jadi, keputusannya adalah mulai Rabu tanggal 10 Februari 2016, pemain Persipura diistirahatkan sementara lewat keputusan bersama, nanti setelah ada turnamen yang jelas, baru kita kumpul lagi, latihan dan ikut serta," katanya dengan nada tegas.