PIALA BHAYANGKARA : PS Polri Akan Gunakan Pemain Asing

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
08 Februari 2016 22:35 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

Piala Bhayangkara akan segera dihelat. Pelatih PS Polri memastikan bakal menggunakan pemain asing pada ajang turnamen tersebut.

 
Harianjogja.com, JAKARTA — Pelatih PS Polri, Bambang Nurdiansyah, mengatakan timnya tidak akan diisi pemain lokal seperti PS TNI. Ia mengatakan bakal mengontrak beberapa pemain asing untuk memperkuat timnya di turnamen Piala Bhayangkara.

Tentunya penggunaan pemain asing itu amat berbeda bila dibandingkan dengan PS TNI di Piala Jendera lSudirman. Pada turnamen itu, seluruh pemain PS TNI merupakan pemain lokal dan mayoritas berstatus sebagai TNI.

Mantan pelatih Persija Jakarta tersebut menyatakan PS Polri sudah menyeleksi pemain dari berbagai Polda yang ada di Indonesia. Ia menyebut tinggal membentuk kerangka tim sebelum bergulirnya turnamen tersebut.

"Mayoritas pemain kami adalah Polisi. Tapi kami akan menggunakan dua sampai tiga pemain asing untuk menambahkan kekuatan tim," kata pelatih yang akrab disapa Banur itu, Minggu (7/2/2016).

"Kami sudah menghubungi agen pemain asing, dan manajemen klub kami sudah menyetujuinya. Jadi tinggal tunggu kedatangan mereka di tim kami," tambah Banur.

Pria berusia 57 tahun tersebut menjelaskan saat ini para pemain melakukan program latihan di Lapangan Mako Brimob Kelapa Dua. Seluruh pemain berlatih dan tinggal di mess dekat Brimob.

"Semua pemain, termasuk saya tinggal di mess. Ini dilakukan agar komunikasi mudah dilakukan," tutur pria kelahiran Banjarmasin tersebut.

Piala Bhayangkara merupakan turnamen yang diselenggarakan oleh Mabes Polri untuk mengisi kekosongan kompetisi sepak bola di Tanah Air. Rencananya ajang ini mulai bergulir pada bulan Maret 2016 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang.

Beberapa klub besar Indonesia juga diperkirakan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Salah satu tim yang ambil bagian dalam ajang tersebut adalah Sriwijaya FC.

Namun, Piala Bhayangkara mendapat protes keras dari Indonesian Police Watch (IPW). Pasalnya, mereka menilai daripada untuk menghelat turnamen, lebih baik dana tersebut digunakan untuk menambah dana operasional Polisi yang ada di seluruh Indonesia.