MASA DEPAN PEMAIN : SNC Balik Kucing ke Persepam

HARIANJOGJA/GIGIH M. HANAFIBEREBUT BOLA- Pesepakbola Persiba Bantul, Slamet Nurcahyo ( 11) berusaha merebut bola dari pemain Persiraja Banda Aceh pada pertandingan Liga Prima Indonesia Sportindo di Stadion Sultan Agung, Bantul, Senin (20 - 2) malam. Tuan rumah Persiba di tahan imbang Persiraja Banda Aceh dengan skor 1/1.
05 Februari 2016 18:35 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

Masa depan pemain Slamet Nurcahyo (SNC) di Persepam Madura United mulai terlihat. Pemain kelahiran Jember itu memilih kembali memperkuat tim asal Pulau Madura tersebut.

 

 

Harianjogja.com, SURABAYA — Setelah mengangkut tiga pemain Surabaya United, Madura United (MU) kembali mengangkut satu lagi pemain tim besutan Ibnu Grahan itu. Tak main-main, pemain diboyong merupakan andalan Surabaya United, Slamet Nurcahyo.

Masuknya Slamet membuat pelatih MU, Gomes de Oliveira, semakin tenang. Gomes sangat berharap bisa mendapatkan pemain yang memiliki kemampuan mumpuni semacam Slamet.

Kabarnya Madura United memboyong gelandang flamboyan ini dengan bandrol yang cukup tinggi. Selain gajinya yang lebih besar tiga kali lipat dibanding di Surabaya United, Slamet juga mendapatkan uang muka puluhan juta rupiah. Wajar bila sang pemain memilih berlabuh ke klub yang baru saja diakuisisi oleh Achsanul Qosasi ini.

Manajer Madura United, Haruna Soemitro, membenarkan kepindahan Slamet. Hanya, Haruna tak mau menyebutkan berapa besaran kontrak dan gaji sang pemain. Haruna menyatakan keputusan Slamet ke MU bukan semata-mata soal uang, tapi karena kedekatan Slamet dengan Achsanul.

Keduanya memang pernah bekerja sama ketika Achsanul menjabat sebagai CEO sekaligus manajer Madura United di musim 2013 dan Slamet menjadi pemain andalan Persepam MU. Masuknya Slamet ke MU merupakan reuni baginya dengan bos MU itu. Penuturan Haruna ini sekaligus bantahan bahwa berlabuhnya Slamet ke MU karena faktor kontrak dan gaji yang jauh lebih besar.

Kendati sudah dipastikan menyeberang ke MU, Slamet hingga kini belum mengikuti latihan dengan tim barunya itu. Pada Kamis hingga akhir pekan ini, Slamet berada di Solo dan Sleman untuk tampil di laga amal.

Kepergian Slamet membuat derita SU semakin besar. Pasalnya, beberapa pemain lain yang sampai saat ini masih bertahan ada yang belum bersedia menandatangani kontrak baru yang disodorkan manajemen. Tentu hal ini membuat manajemen MU semakin puyeng karena harus ancang-ancang mencari pengganti mereka jika mereka sewaktu-waktu memilih pergi.

Akan tetapi, saat dikonfirmasi, manajemen tak mau menyebutkan siapa saja pemain yang ada di mes Surabaya United dan belum terikat kontrak.