PRA-PON SEPAK BOLA : Anggaran Untuk Tim Sepak Bola DIY Dinilai Tidak Realistis

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
03 Februari 2016 08:35 WIB Arief Junianto Sepakbola Share :

Pra-PON sepak bola akan segera dihelat. Tim sepak bola DIY dipastikan kesulitan mendapatkan dana, karena pengajuan dana ke KONI setempat terancam ditolak dengan alasan anggaran yang diajukan tidak realistis.

 

 

Harianjogja.com, JOGJA — Ketua I KONI DIY Jaelani menilai besaran pengajuan dana untuk keberangkatan tim sepak bola DIY di ajang Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional ( Pra-PON) XIX dinilai tak realistis dan terlampau besar.

Besaran dana yang diusulkan oleh Asprov PSSI DIY seharusnya adalah untuk transportasi dan akomodasi tim selama berada di venue.

“Sementara untuk persiapan, memang seharusnya menjadi tanggung jawab dari masing-masing cabor,” ujar Jaelani, kepada Harianjogja.com, Selasa (2/2/2016) pagi.

Oleh karena itulah, KONI DIY tak akan menyetujui usulan dana dari Asprov tersebut. Jaelani mengaku masih akan membahasnya bersama pengurus lainnya terkait kemungkinan disetujui anggaran dana tersebut.

Sementara penanggungjawab tim sepak bola DIY Edijanto mengungkapkan usulan dana yang diajukan adalah Rp100 juta lebih kepada KONI DIY. Selain untuk pemberangkatan 6 orang offisial tim, anggaran itu lebih banyak akan digunakannya untuk mempersiapkan tim jelang Kualifikasi PON XIX.

“Anggaran rencananya lebih banyak akan kita pakai untuk biaya persiapan tim yang meliputi pengganti ongkos transportasi pemain, logistik pemain, dan pengadaan sepatu sepak bola,” paparnya.

Menuru dia, jika pihak KONI DIY nantinya benar-benar menolak usulan anggaran dana itu, ia pun pasrah. Sementara untuk langkah selanjutnya, ia akan menyerahkan semuanya kepada para pengurus Asprov DIY.