MASA DEPAN SURABAYA UNITED : Surabaya United Kembali Ditinggal Pemain

Pesepak bola Surabaya United Thiago Fortuoso do Santos (putih) berebut bola dengan pesepak bola Pusamania Borneo FC Sandi Sute di pertandingan Grup E babak Delapan Besar Piala Jenderal Sudirman, Minggu (13/12) sore. (Jumali/JIBI - Harian Jogja)
02 Februari 2016 17:35 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

Masa depan skuat Surabaya United masih belum jelas. Kabar terakhir, tim asal Surabaya ini ditinggal dua pilar utamanya, Hery Prasetyo dan Firli Apriansyah.

 

 

Harianjogja.com, SURABAYA — Setelah gagal menggaet duo pemain pemain asal Medan Riko Simanjuntak dan Agung Prasetyo, Surabaya United dipastikan juga kehilangan dua pemain lagi. Kedua pemain tersebut adalah kiper Hery Prasetyo dan stopper senior Firli Apriansyah.

Hery hijrah ke Madura United, sementara Firli menyeberang ke Persiba Balikpapan. Mereka tidak bisa bertahan di Surabaya United karena nilai kontrak baru yang disodorkan manajemen klub di bawah tawaran yang mereka terima dari masing-masing tim yang mengincarnya.

Hery sendiri tak menyebutkan besaran kontrak yang ditawarkan Surabaya United maupun Madura United. Ia hanya menyebutkan, besaran gaji yang disodorkan Madura United lebih besar ketimbang Surabaya United. Namun, besaran gaji bukan alasan utama sang kiper harus hengkang, tapi karena kesempatan bermain sebagai starter.

Musim lalu, Hery memang sangat jarang diturunkan. Ia lebih banyak menonton dari bench pemain karena pelatih kepala Ibnu Grahan lebih memilih Jendry Pitoy dan Thomas Ryan bayu sebagai starter. “Meski berat rasanya, tapi saya harus meninggalkan tim ini demi kelanjutan karier saya,” ujar Hery.

Di MU, Hery memang mendapat garansi dari pelatih kepala Gomes de Oliveira dan manajernya, Haruna Soemitro, bakal menjadi pilihan utama di posisi penjaga gawang. Karena itulah, Hery memilih untuk berlabuh di tim berjulukan Sape Kerap itu.

Sementara itu, Firli memilih pergi karena di Persiba ia mendapatkan kontrak dan gaji lebih besar. “Benar, kami tidak bisa membuatnya bertahan di sini karena iming-iming gaji dari Persiba lebih besar. Kami harus merelakan mereka pergi,” kata Rahmad Sumanjaya, manajer operasional SU.

Surabaya United pun kini mencari pengganti kedua pemain itu. Mereka berburu pemain baru untuk posisi penyerang atau gelandang sayap kanan, serta bek tengah. Maklum, stok pemain mereka kini bisa dibilang minim, hanya 18 pemain saja. Itu sudah termasuk dua pemain asing, Otavio Dutra dan Abel Gebor plus pemain lokal baru Fitra Ridwan Salam.

Padahal paling minim, sedikitnya Surabaya United harus memiliki 22 pemain. “Benar, skuat kami sangat minim. Kami harus mencari pemain baru untuk menutupi celah yang ada,” kata Ibnu Grahan, pelatih kepala Surabaya United.