PIALA KEMERDEKAAN : Asprov Bebaskan Klub & Wasit

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
11 Juli 2015 02:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

Piala kemerdekaan Asprov tidak menyiapkan sanksi atau tindakan apa pun

Harianjogja.com, JOGJA -- Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI DIY memberikan kebebasan kepada klub dan wasit di lingkungannya untuk berpartisipasi atau tidak dalam turnamen Piala Kemerdekaan yang digelar oleh Tim Transisi.

"Kami bebaskan mereka mau pilih yang mana, termasuk juga wasit," ujar Ketua Umum Asprov PSSI DIY, Hadianto Ismangoen, kepada Harianjogja.com, Kamis (9/7/2015).

Menurut pria yang akrab dipanggil Dokter Antok itu, dengan diberikannya kebebasan kepada klub dan wasit di DIY dalam menyikapi Piala Kemerdekaan, pihaknya memang tidak menyiapkan sanksi atau tindakan apa pun. Hanya, pihaknya berharap baik klub maupun wasit berpikir mengenai risiko dan tanggung jawabnya terhadap induk organisasi, PSSI.

"Mereka tentu sudah memikirkan mengenai risiko yang akan dihadapi. Kami sendiri tidak akan menyiapkan sanksi, buat apa?," terangnya.

Selain tidak menyiapkan sanksi, Asprov DIY, lanjut Dokter Antok juga tidak melakukan komunikasi lanjutan dengan PSSI, klub maupun wasit di DIY. Asprov PSSI DIY juga memastikan tidak ada instruksi apapun dari PSSI Pusat bagi Asprov DIY jika ada klub profesional yang menjadi anggota PSSI mengikuti turnamen Piala Kemerdekaan.

“Kami juga tidak akan melaporkan mereka," tandasnya.

Salah satu wasit asal DIY yang juga anggota TNI, Jujuk Suharso mengungkapkan sampai kini pihaknya belum mendapatkan surat perintah (sprint) dari kesatuan maupun Mabes TNI untuk memimpin pertandingan di Piala Kemerdekaan. Jika nantinya ada perintah, Jujuk mengaku masih akan berpikir apakah akan menjalankan atau tidak.

"Masih pikir-pikir mas dan lihat situasi. Saya belum bisa berkomentar masalah ini," ucapnya.