PIALA KEMERDEKAAN : Panpel Persiba Bantul Terapkan Harga Tiket

10 Juli 2015 21:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

Piala kemerdekaan, panitia pelaksana Persiba Bantul dipastikan bakal menerapkan harga tiket pada kompetisi ini.

Harianjogja.com, BANTUL-Manajemen dan panitia pelaksana (panpel) Persiba Bantul dipastikan bakal menerapkan harga tiket babak penyisihan grup Piala Kemerdekaan sama seperti saat Laskar Sultan Agung menjalani pertandingan kandang di kompetisi Divisi Utama.

Hal ini didasarkan pada keinginan dari manajemen dan panpel setempat untuk memaksimalkan pendapatan dari sektor tiket pada gelaran turnamen yang digelar oleh Tim Transisi tersebut.

"Besarannya mungkin akan sama. Kami ingin memaksimalkan pendapatan pada turnamen ini," ungkap Manajer Persiba Endro Sulastomo, Kamis (9/7/2015).

Pada kompetisi Divisi Utama musim lalu, Persiba sejatinya telah menurunkan harga tiket pertandingan laga kandang. Jika pada musim sebelumnya, harga tiket termurah diterapkan untuk tribun terbuka adalah Rp15.000, pada musim lalu turun menjadi Rp10.000. Sedangkan untuk tribun tertutup dari Rp30.000 menjadi Rp25.000.

Turunnya harga tiket ini sebagai bentuk konsekuensi dari Panpel Persiba atas pertimbangan skuat tidak lagi bermain di kompetisi kasta tertinggi, yakni ISL. Akan tetapi, Persiba bermain di Divisi Utama.
"Selain itu untuk meningkatkan animo para penonton untuk datang ke stadion," sambung Sekretaris Persiba, Wikan Werdo Kisworo terpisah.

Meski bakal menerapkan harga tiket masuk turnamen selayaknya pertandingan laga kandang seperti saat kompetisi, Endro mengaku pesimistis pendapatan dari sektor tiket mampu didongkrak. Hal ini dikarenakan, sejauh ini animo warga untuk menonton pertandingan sepak bola di Stadion Sultan Agung kurang begitu maksimal.

"Paling cepat, kami perkirakan untuk laga tim-tim terbaik kami perkirakan bisa meraih Rp30 juta," ungkap Endro.

Di sisi lain, Endro menyatakan besaran dana yang dibutuhkan manajemen untuk mengikuti turnamen Piala Kemerdekaan dengan status sebagai tuan rumah mencapai Rp400 juta. Dana tersebut untuk membayar gaji untuk para pemain hingga lolos ke fase selanjutnya.