PSS ALL STAR vs SIME DARBY : Laga Spesial untuk Mendiang Erri

Pemain PSS Asmi Azwibi (hijau, tengah) berebut bola dengan pemain Persinga Ngawi pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/2/2015) malam. Laga kedua kesebelasan berakhir dengan skor 3-3. (JIBI/Solopos - Harian Jogja)
22 Mei 2015 01:20 WIB Sepakbola Share :

PSS All Star vs Sime Darby kali ini terbilang spesial.

Harianjogja.com, SLEMAN - Pertandingan eksebhisi antara PSS All Star melawan tim Liga Super Malaysia Sime Darby positif digelar di Stadion Maguwoharjo, Kamis (21/5/2015) sore.

Laga tersebut menjadi persembahan khusus bagi Almarhum Erri Yunanto, 21, mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang jatuh di kawah Puncak Merapi, Sabtu (16/5/2015) lalu.

Sebelum laga dimulai, panitia pelaksana (Panpel) pertandingan rencananya akan menggelar doa bersama secara singkat bersama ribuan suporter yang datang ke stadion. Demikian halnya dengan para pemain yang menjadi pilar PSS All Star. Para pemain akan mengenakan pita berwarna hitam yang dipasang di lengan.

Panpel punya alasan khusus memberikan sesuatu yang spesial bagi remaja asal Gamping tersebut. General Manajer PSS Soekoco mengungkapkan, sosok Erri merupakan salah satu pendukung setia Super Elang Jawa.

"Jadi sudah sepantasnya kami memberikan hal yang spesial bagi almarhum. Suporter merupakan kekuatan bagi kami. Selama ini dia (Erri) menjadi salah satu figur yang selalu setia mendukung PSS," ujar Soekoco dalam jumpa pers persiapan laga eksebishi, Selasa (19/5/2015).

Dia berharap proses doa untuk mahasiswa nahas itu bisa berjalan khidmat meski hanya berlangsung singkat. Persiapan untuk menggelar
pertandingan itu sendiri sudah final. Ketua Panpel Ediyanto mengungkapkan, pihak kepolisian sudah mengeluarkan izin pertandingan.

"Dari Polres Sleman sudah merekomendasikan ke Polda. Jadi Polda tinggal acc saja. Izin baru saja kami dapatkan." ujar Ediyanto dalam kesempatan serupa.

Sebenarnya Panpel berharap pertandingan bisa dilaksanakan malam hari. Tapi keinginan itu ternyata sulit dilakukan. Kepolisian tidak berani menerbitkan izin untuk keramaian pada malam hari. Apalagi, lanjut Ediyanto, wacananya Rabu (20/5/2015) ini ada aksi demonstrasi  besar-besaran.

Personel kepolisian yang mengamankan pertandingan itu nanti pun jumlahnya mencapai 600 personel. Ediyanto menjanjikan pertandingan itu akan menarik lantaran PSS All Star akan diperkuat sejumlah nama-nama pemain yang konon sempat menjadi pujaan hati pendukung PSS.

Tak hanya sejumlah pemain yang tersangkut kasus sepakbola gajah saja, lebih dari itu sejumlah pemain eks PSS yang kini merumput di Indonesia Super League juga akan jadi skuat All Star.

Sementara ini ada 16 pemain yang sudah positif akan menjadi bagian dari skuat All Star. Di antara 16 pemain itu, ada Nova Arianto, Busari, Anang Hadi, Juan Revi, Monieaga dan sederet pemain inti PSS yang baru saja dibubarkan.

"Untuk yang pemain PSS kami ambil Rasmoyo, Waluyo dan Grateo," tandas Ediyanto.

Terkait tiket pertandingan, Ediyanto menyebut Panpel sudah mencetak 15.000 lembar tiket. Harga tiket bervariasi, paling murah Rp15.000 dan paling mahal Rp30.000.

Sementara Anang Hadi dalam pertandingan itu nanti dipercaya menjadi kapten PSS All Star. Dia menjanjikan suguhan pertandingan yang bisa menghibur pecinta sepakbola di Kota Sembada.

"Ini kan kesempatan bagi kami setelah sekian lama tidak bermain di depan ribuan suporter yang mendukung kami. Jadi terget kami adalah

memberikan perlawanan untuk Same Darby sehingga penonton puas," jelas Anang.

Dia bersama rekan-rekannya selama sepekan ini sudah berlatih bersama di Lapangan AAU. Sayangnya jelang pertandingan, Fachrudin yang juga dulu sempat menjadi kapten PSS menyatakan tidak bisa ikut bergabung. Dia harus kembali ke Palembang karena klubnya, Sriwijaya FC memanggilnya untuk persiapan mengikuti kompetisi pramusim.

Tim Sami Darby rencananya Rabu (20/5/2015) siang sudah datang ke Maguwoharjo. Dijadwalkan, tim papan bawah Malaysia Super League itu akan langsung menjajal rumput Stadion Maguwoharjo Rabu sore.