UJI COBA PSS VS PERSEKAMA : Ending Tak Menggembirakan

11 Mei 2015 11:40 WIB Sepakbola Share :

Uji coba PSS vs Persekama tidak menghasilkan akhir yang menggembirakan kedua belah pihak.

Harianjogja.com, SLEMAN - Rekor kehebatan uji coba pramusim PSS Sleman ternoda. Super Elang Jawa hanya mampu bermain imbang atas kasta Liga Nusantara Persekama Magelang dalam laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Minggu (10/5/2015).

Hasil imbang sekaligus menjadi pelengkap ending sebuah harapan yang kurang menggembirakan. Pasalnya di saat bersamaan, manajemen PSS resmi membubarkan tim yang sudah digodok sejak awal 2015 lalu. Manajemen menyatakan tak ada pertimbangan lagi untuk mempertahankan tim lantaran tak ada kejelasan kompetisi tahun ini.

General Manajer PSS Soekoco menyatakan uji coba kontra Persekama sekaligus menjadi momentum penutup semua rangkaian agenda yang sudah dijalani Agung Suprayogi dkk.

"Enggak ada uji coba lagi, tak ada latihan lagi. Tim resmi kami bubarkan. Semua pemain maupun pelatih setelah ini dalam posisi free," ujar Soekoco kepada wartawan, usai pertandingan.

Manajemen juga akan memenuhi semua hak para pemain maupun pelatih. Soekoco menyatakan, keuangan PSS masih bisa mencukupi untuk pembayaran semua hak pemain yang harus dibayar manajemen ketika menyatakan pembubaran tim.

"Kami penuhi tiga bulan gaji. Cuma kan dua bulan terakhir sudah kami bayar, jadi kami hanya tinggal melunasi gaji bulan April yang kami bayar bulan Mei ini," tandasnya.

Keputusan pembubaran tim memang sangat mengejutkan. Keputusan itu membuat motivasi pemain menjadi melemah ketika menghadapi Persekama yang sebenarnya bukan lawan sepadan PSS. Kurang semangat bertanding menyebabkan, tim yang cuma bermain di Liga Nusantara itu hampir saja mempermalukan PSS di kandang sendiri.

Kondisi itu terlihat sejak menit awal babak pertama. Pertandingan baru berjalan lima menit Persekama memberikan tamparan pada pendukung tuan rumah. Aksi cerdik striker Persekama Anwar Rohman berhasil membobol gawang PSS yang dijaga Herman Batak. Pemain bernomor punggung delapan itu dengan jitu melop bola di saat Herman Batak dalam posisi meninggalkan areanya.

Tertinggal 0-1, PSS mencoba menekan. Hasilnya lewat serangan sayap, Wawan Widyantoro berhasil memaksimalkan crossing dari sisi kiri yang dikirim Taji Prasetyo di menit 35. Babak pertama ditutup dengan hasil 1-1.

Babak kedua berjalan, Pelatih Jaya Hartono memasukkan sejumlah pemain intinya. Harapannya, PSS bisa mencuri gol lebih cepat. Keputusan Jaya memang cukup berhasil karena beberapa kali lini depan yang dimotori Agung Suprayogi berkali-kali mengancam gawang Persekama. Sayang, tak satu pun menuai hasil. Justru asik menyerang, Persekama berhasil memaksimalkan counter attack di menit 59. Lagi-lagi Anwar Rohman mampu mengelabui Herman Batak. Tuan rumah tertinggal 1-2.

Dalam kondisi tertinggal, motivasi pemain PSS justru makin melemah. Berkali-kali percobaan serangan selalu gagal. Beruntung wasit memberikan tambahan waktu tiga menit saat injury time. Sekitar 12.000 pendukung PSS pun akhirnya bisa bersorak saat Wawan Widyantoro kembali menjebol gawang Persekama, beberapa detik sebelum laga bubar. Kedudukan berakhir seri 2-2, PSS terhindar dari kekalahan perdana musim ini.

Pelatih Jaya Hartono sudah mengetahui sinyal pemainnya kurang greget dalam memainkan pertandingan itu.

"Para pemain mungkin sudah mendengar keputusan manajemen tentang pembubaran tim. Jadi enggak ada motivasi bermain," tandas Jaya menyikapi hasil akhir permainan.

Jaya merasa terkejut dengan keputusan manajemen. Seharusnya, menurut dia, manajemen tak perlu sampai membubarkan tim. Alasannya, mengacu pada teknis persiapan yang sudah dilakukan lebih tiga bulan ini.

"Jadi lebih baik diliburkan sampai batas waktu yang tidak ditentukan saja. Jangan sampai dibubarkan, nanti kan repot sendiri jika tiba-tiba mau bentuk tim saat ada keputusan bakal ada kompetisi," jelasnya.