PSIM JOGJA : Lawan PSBK, Tuntaskan Misi "Balas Dendam"

ilustrasi.dok
26 Maret 2015 22:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja akan menuntaskan 'dendam' lawas usai dikalah PSBK tahun lalu.

Harianjogja.com, JOGJA—Misi "balas dendam" diusung oleh Laskar Mataram saat berhadapan dengan PSBK Blitar pada laga uji coba yang digelar di Stadion Mandala Krida, Jogja.

Di tempat yang sama, setahun lalu, tepatnya 22 April 2014, PSIM dibantai Laskar Peta 1-3 di hadapan ribuan penonton di kandang. Beruntung anak asuh Seto Nurdiyantoro mampu meraih hasil positif satu poin seusai menahan PSBK 1-1 di Stadion Suprijadi, kandang PSBK pada putaran kedua kompetisi Divisi Utama 2014.

Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro menyatakan pertemuan kedua kesebelasan di Stadion Mandala Krida kali ini adalah kali kedua. Meski demikian, pelatih berlisensi B AFC ini percaya bahwa kekuatan dari tim asal Kota Blitar itu berubah signifikan dibanding musim lalu.

Jika musim lalu, PSBK dilatih oleh I Putu Gede, eks pemain Persipro Probolinggo yang memiliki ciri khas permainan keras. Kali ini, Seto memastikan ada perubahan kekuatan dari PSBK jelang digulirkannya kompetisi Divisi Utama 2015.

"Kekuatannya berubah. Apalagi saat ini pelatihnya berbeda. Meski demikian saya tidak anggap enteng kekuatan mereka. Untuk itu seusai uji coba kali ini akan ada evaluasi yang harus kami lakukan sebelum dimulainya kompetisi," ungkap Seto kepada Harianjogja.com, Rabu (25/3/2015).

Menurut Seto, meskipun PSBK sedang dalam tren positif dan diisi oleh sejumlah eks pemain Persik Kediri namun ia optimistis Topas Pamungkas dkk akan mampu bermain maksimal.

Eks pemain PSIM ini akan kembali menggunakan pola alternatif 4-3-3. Pola pengembangan dari 4-2-3-1 ini sempat digunakan PSIM saat ditahan Persipur 1-1 di Mandala Krida beberapa waktu lalu.

"Yang jelas tidak akan sama seperti saat lawan Persipur. Kami sudah lakukan beberapa pembenahan," jelas Seto.

Seto mengakui pola yang baru saja diperkenalkan ke skuat selama dua pekan terakhir ini masih banyak mengalami kekurangan. Selain masih menyisakan "lubang" di lini tengah, persoalan penyelesaian akhir masih menjadi kendala bagi lini depan PSIM.

"Uji coba ini untuk melihat sejauh mana peningkatan yang ada," harap Seto.