PSS SLEMAN : Tak Ada Agenda Derby DIY

Pemain PSS Asmi Azwibi (hijau, tengah) berebut bola dengan pemain Persinga Ngawi pada laga uji coba di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (17/2/2015) malam. Laga kedua kesebelasan berakhir dengan skor 3-3. (JIBI/Solopos - Harian Jogja)
25 Maret 2015 20:40 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSS Sleman direncanakan tidak mengadakan uji coba dengan Persiba Bantul.

Harianjogja.com, SLEMAN—Pelatih PSS Jaya Hartono mengaku tidak mengagendakan laga uji coba dengan kontra Persiba Bantul.

"Untuk lawan Persiba Bantul, sampai saat ini saya belum ada agenda. Agenda kami pada awal April tepatnya tanggal 4 April adalah menjamu PPSM Sakti Magelang di Stadion Maguwoharjo," ungkap Jaya kepada Harianjogja.com, Selasa (24/3/2015).

Menurut Jaya, laga yang digelar di kandang PSS melawan Macan Tidar tersebut adalah balasan atas kunjungan PSS ke kandang PPSM, 31 Maret mendatang. Sedangkan agenda lain yang disusun oleh Jaya adalah melawan PSBK Blitar pada Minggu (29/3/2015) di Stadion Maguwoharjo Sleman.

"Khusus untuk laga melawan PPSM Sakti Magelang dan PSBK Blitar, saya akan kembali menyorot mengenai kerja sama pemain, pertahanan dan produktivitas gol mereka," ungkap Jaya.

Jaya menambahkan sebelum menjalani laga melawan tim selevel, sore ini timnya menggelar laga uji coba melawan PIM dan Persak Kentungan di Stadion Maguwoharjo. Dalam laga melawan dua tim lokal di bawah Pengcab PSSI Sleman tersebut, Jaya akan membagi skuat menjadi dua tim, yakni tim utama dan cadangan.

Langkah ini dilakukan karena pelatih berlisensi A AFC ini ingin menguji kemampuan Achmad Sembiring dkk dalam kerja sama dan penerapan pola 4-4-2 sebagai pola baku. Selain itu, Jaya juga menekankan pada kemampuan komunikasi antarpemain.

"Kami tidak target gol. Bagaimana anak-anak bermain itu lebih penting," jelas Jaya.

Sementara terkait dengan laga uji coba melawan tim ISL, Jaya mengaku pesimistis bisa mendapatkan lawan
tanding dengan kualitas di atasnya. Mepetnya laga perdana yang bakal dilakoni oleh tim ISL, membuat PSS
kesulitan mencari lawan tanding.

"Sebenarnya kami kemarin mendapatkan tawaran dari Persiram, akan tetapi mendadak. Dengan sangat menyesal tidak kami iya kan, karena kami sudah ada agenda melawan tim lokal," ucap Jaya.

Ketua Panpel PSS Ediyanto mengungkapkan pada laga uji coba PSS melawan PIM dan Persak pihaknya
memberlakukan ticketing terhadap para penonton. Panpel menerapkan tarif kepada penonton senilai Rp5.000 per orang.

"Hasilnya akan sangat membantu manajemen dalam persiapan menghadapi kompetisi," harap Edi. (Jumali)