PSIM JOGJA : Lawan PSBK Blitar, 500 Personel Keamanan Amankan Laga

ilustrasi.dok
25 Maret 2015 19:40 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja vs PSBK Blitar akan diamankan 500 personel.

Harianjogja.com, JOGJA—Panitia pelaksana (panpel) laga kandang PSIM memastikan bakal menurunkan sebanyak 500 personel keamanan dari Polresta Kota Jogja dan Kodim 0734 pada laga uji coba antara Laskar Mataram melawan PSBK Blitar di Stadion Mandala Krida, Kamis (26/4/2015) sore.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Panpel laga kandang PSIM Ipung Purwandani, usai rapat panpel di Wisma PSIM, Selasa (24/3/2015) sore. Ipung mengungkapkan saat ini perizinan laga uji coba melawan tim asal Blitar tersebut telah turun baik dari pihak kepolisian maupun dari BPO Disdikpora DIY selaku pengelola Stadion Mandala Krida.

"Untuk tiket harganya masih akan sama dengan laga uji coba sebelumnya, yakni Rp15.000 untuk tribun terbuka dan Rp25.000 untuk tribun tertutup. Kami harapkan pendapatan dari sektor tiket pada laga uji coba kali ini bisa meningkat dibandingkan uji coba sebelumnya," harap Ipung.

Menurut Ipung, pada laga uji coba kali ini pihaknya tetap akan memaksimalkan pengamanan demi kenyamanan para penonton. Selain mencetak tiket dengan warna berbeda, personel keamanan juga dimaksimalkan untuk menjaga tribun timur yang saat ini masih dalam tahap renovasi.

"Kami juga berharap agar para penonton untuk tidak kembali menaiki tower. Karena tindakan tersebut cukup berbahaya," ucap Ipung.

Ipung menambahkan pada laga uji coba sebelumnya yakni melawan Persipur pihaknya mencatat mendapatkan pendapatan sebesar Rp95 juta. Pendapatan tersebut jauh dibandingkan saat PSIM menjalani laga uji coba di Stadion Mandala Krida melawan PPSM yang mencatatkan pendapatan sebesar Rp115 juta.

"Kami harapkan untuk uji coba kali ini jumlah penonton yang datang bisa bertambah dan pendapatan dari sektor tiket bisa naik," harap Ipung.

Terpisah Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro memastikan akan tetap memantapkan pola alternatif 4-3-3 pada laga uji coba melawan PSBK Blitar. Berdasarkan hasil evaluasi atas laga uji coba sebelumnya yakni melawan Persipur Purwodadi, Topas Pamungkas dkk sudah mulai mampu memainkan pola tersebut.

"Banyak variasi mulai diperlihatkan. Hanya saja belum bisa dikonversikan menjadi gol," ungkap Seto.

Menurut Seto sampai saat ini pihaknya masih krisis penyerang. Pelatih berlisensi B AFC ini masih membutuhkan tambahan satu penyerang dengan kualitas di atas dua penyerang yang ada yakni Tony Yuliandri dan Alberta Rocky.

"Harapannya jika ada penyerang, kualitasnya harus di atas mereka," ucap Seto.

Sementara Manajer PSIM Agung Damar Kusumandaru mengungkapkan sampai kini belum ada penyerang yang merapat ke Laskar Mataram. Agung memastikan masih menunggu sejumlah pemain eks ISL yang mungkin akan merapat dalam waktu dekat.

"Nanti kita lihat perkembangan yang ada. Kami memang butuh satu penyerang lagi," tandas Agung.