PSIM JOGJA : Duel Lawan PSBK Blitar Tinggal Tunggu Izin

JIBI/Harian Jogja/Desi SuryantoPemain tengah PSIM Yogyakarta Tri Handoko terjungkal saat berebut bola dengan pemain belakang PSBK Blitar Kota, George Dakar Mitchel dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia 2014 di Stadion Mandalakrida Yogyakarta, Selasa (22/04 - 2014). PSIM harus tertunduk dengan satu gol tunggal itu, PSBK unggul dengan skor kemenangan 1/3
24 Maret 2015 14:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja mengenai laga uji coba tinggal tunggu perizinan.

Harianjogja.com, JOGJA—Manajemen PSIM memastikan bakal menggelar laga uji coba dengan tim selevel PSBK Blitar, Kamis (26/3/2015) sore di Stadion Mandala Krida Jogja. Laga uji coba dengan tim selevel untuk kali ketiga di kandang tersebut digelar sebagai rangkaian kegiatan persiapan PSIM menghadapi kompetisi Divisi Utama 2015.

"Saat ini perizinan sedang kami urus," ungkap Agung Damar Kusumandaru, Manajer PSIM kepada Harianjogja.com, Senin (23/3/2015).

Menurut Agung, manajemen pada awalnya melakukan komunikasi dengan PSBK Blitar dan Persibat Batang untuk menggelar laga uji coba. Akan tetapi dalam perkembangannya, PSBK Blitar yang menyanggupi laga uji coba di kandang PSIM.

"Sudah ada jawaban. Kami tinggal mengurus perizinan," imbuh Agung.

Sementara disinggung mengenai rencana penggunaan Stadion Cangkring sebagai home base PSIM pada
kompetisi mendatang, Agung mengungkapkan sampai saat ini pihaknya masih menunggu balasan dari pihak
Pemkab Kulonrogo atas rencana audiensi dengan Bupati Kulonprogo. Surat dari manajemen PSIM sendiri sudah disampaikan pekan lalu, namun hingga kini belum ada kepastian kapan agenda pertemuan antara manajemen dengan Bupati Kulonprogo diagendakan.

"Kami masih menunggu. Yang pasti kami harapkan surat tersebut segera ditanggapi, karena kami butuh persiapan juga," harap Agung.

Agung menambahkan, selain menunggu kejelasan jawaban dari pihak Pemkab Kulonprogo, pihak manajemen PSIM juga masih menunggu surat dari PT Liga Indonesia terkait dengan rencana digelarnya manajer meeting peserta Divisi Utama 2015 akhir bulan ini. Rencananya Agung akan datang ke dalam acara tersebut dan berharap PSIM bisa berada di grup yang diisi oleh tim asal Jawa Tengah dan DIY.

"Alasannya bukan karena derby, namun lebih pada keuangan dan geografis. Kami ingin efisien," harap Agung.

Terpisah Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro memastikan tetap akan menggunakan pola alternatif 4-3-3 pada kompetisi mendatang. Pola tersebut dipilih mendampingi 4-2-3-1 dengan pertimbangan kesiapan dan kekuatan tim.

Meski belum maksimal saat dimainkan oleh Topas Pamungkas dkk, namun Seto meyakini pola tersebut dalam waktu dekat akan mampu dipahami dan dimainkan secara maksimal oleh anak asuhnya.

"Saya lihat mereka sudah bisa memainkan. Tinggal penyempurnaan di beberapa sisi," kata Seto.