PSIM JOGJA : Laga Segitiga Sulit Digelar, Ini Alasannya

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
23 Maret 2015 14:40 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja kesulitan menggelar laga segitiga karena tersandung perizinan.

Harianjogja.com, JOGJA - Rencana Manajemen PSIM Jogja menggelar laga segitiga sebagai persiapan skuat Laskar Mataram jelang melakoni kompetisi Divisi Utama 2015 sulit terealiasi.

Alasannya, faktor perizinan dan kemungkinan gesekan antarsuporter dipastikan menjadi penghambat digelarnya laga.

"Kami masih menunggu perkembangan keamanan. Untuk sementara kondisinya memang tidak begitu
kondusif," ungkap Sekretaris PSIM Tofri Hilman kepada Harianjogja.com, Sabtu (21/3/2015).

Menurut Tofri, wacana menggelar laga segitiga muncul dalam beberapa pekan terakhir. Akan tetapi, keputusan jadi dan tidaknya menggelar laga segitiga tersebut juga belum dirapatkan manajemen.

Rencana awal, selain diikuti PSIM sebagai tuan rumah, laga segitiga direncanakan juga diikuti oleh tim ISL dan Divisi Utama.

"Namun itu masih sebatas wacana. Belum ada keputusan final dari manajemen. Kami masih mempertimbangkan faktor keamanan dan perizinan," imbuh Tofri.

Mengenai tempat digelarnya laga, Tofri menyatakan rencana awal akan digelar di Stadion Mandala Krida. Namun kemungkinan digelarnya laga juga sulit untuk dipastikan, mengingat kondisi kandang PSIM itu tidak sepenuhnya layak karena masih dalam tahap renovasi.

"Tempat nanti menyusul. Intinya kami lihat kondisi dan keamanan terlebih dahulu," tandas Tofri.

Selain berencana menggelar laga segitiga, Tofri mengungkapkan saat ini manajemen juga tengah melakukan
langkah alternatif dengan kemungkinan menggelar laga uji coba melawan sejumlah tim selevel.

Sejumlah klub seperti PSIS Semarang, PSGC dan PSCS dibidik untuk dijadikan lawan tanding PSIM. Akan tetapi sampai kini belum ada kejelasan.

"Kami masih mencari lagi. Komunikasi terus kami lakukan," ungkap Tofri.

Terpisah, Pelatih PSIM Seto Nurdiyanto mengungkapkan pihaknya tidak terlalu memermasalahkan mengenai rencana digelarnya laga segitiga. Sejauh ini, laga tersebut masih sebatas wacana dan belum ada komunikasi antara manajemen dengan jajaran pelatih mengenai realisasinya.

Alhasil, pelatih berlisensi B AFC ini tetap fokus pada pembenahan skuat.

"Kami tetap persiapkan skuat. Usai laga uji coba melawan Persipur, masih ada banyak pembenahan yang harus kami lakukan," ungkap Seto.

Menurut Seto dari hasil evaluasi seusai laga melawan Persipur, pihaknya melihat ada rongga di lini tengah saat Topas Pamungkas menerapkan pola alternatif 4-3-3. Selain itu keterlambatan lini belakang menutup celah pertahanan juga menjadi fokus pembenahan.

"Kami lakukan pembenahan nantinya," ucap Seto.