PSIM Jogja : Jelang Uji Coba, Ini Pengamanan dan Antisipasi yang Diterapkan

Logo PSIM (JIBI/Harian Jogja - Dok)
19 Maret 2015 00:20 WIB Jumali Sepakbola Share :

PSIM Jogja yang akan menjalani uji coba melawan Persipur Purwodadi ditarget dihadiri 8.000 penonton.

Harianjogja.com, JOGJA - Panitia Pelaksana (panpel) PSIM menargetkan sebanyak 8.000 penonton akan memadati Stadion Mandala Krida saat Laskar Mataram menjamu Persipur Purwodadi pada laga uji coba yang digelar Kamis (19/3/2015) sore.

Peningkatan keamanan juga dilakukan agar laga uji coba antardua peserta Divisi Utama 2015 itu berjalan lancar.

"Kami maksimalkan kapasitas stadion yang ada. Kami sudah lakukan beberapa langkah antisipasi terkait dengan rencana pemaksimalan pemasukan tiket dan keamanan," ucap Koordinator Bidang Umum Panpel PSIM, Rahmad Hidayat kepada Harianjogja.com di Wisma PSIM, Selasa (17/3/2015).

Menurut Rahmad, selain mencetak tiket berbeda untuk mencegah terjadinya migrasi antarpenonton dari tribun satu ke tribun yang lain, panpel juga telah menambah satuan pengamanan. Jika semula panpel menyiagakan sebanyak 300 personel keamanan, kali ini ditambah untuk mencegah berulangnya bentrok antarsuporter PSIM.

"Para petugas juga akan menjadi pagar hidup yang membatasi antara tribun satu dengan yang lain. Mengenai tiket masih tetap seperti kemarin yakni Rp15.000 untuk tribun terbuka dan Rp25.000 untuk tertutup," ucap Rahmad.

Diungkapkan Rahmad, pada laga uji coba sebelumnya panpel mencatat ada 7.000 lebih penonton yang memadati Stadion Mandala Krida saat PSIM menjamu PPSM Sakti Magelang. Diperkirakan pada laga uji coba kali ini melawan Persipur jumlah penonton hampir sama dengan laga uji coba sebelumnya.

"Harapan kami bisa meraih target tersebut," ucap Rahmad.

Terpisah, Pelatih PSIM Seto Nurdiyantoro menyatakan laga uji coba melawan anak asuh Wahyu Teguh dimanfaatkan untuk melihat kemampuan Topas Pamungkas dkk menerjemahkan pola baru 4-3-3. Meski baru dikenalkan pada latihan Selasa (17/3/2015) pagi, secara teknis pola tersebut diklaim Seto tidak banyak berubah dibandingkan 4-2-3-1 yang biasa dimainkan anak asuhnya.

"Hanya beberapa pemain didorong agak ke depan. Sekilas anak-anak sudah sedikit paham dan saya harapkan bisa dimaksimalkan pada laga melawan Persipur," harap Seto.

Seto mengungkapkan selain mencoba pola baru, laga uji coba kali ini digunakan untuk mengukur stamina para pemain. Sejumlah rotasi pemain dilakukan agar hasil dari penerapan pola baru ini bisa maksimal.

"Ada rotasi pasti. Tinggal nanti kita lihat di lapangan," tandas Seto.