PSS SLEMAN : Slemania Harapkan Tim DIY Tidak Satu Grup

Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja - Dok)
16 Maret 2015 04:20 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

PSS Sleman, pendukung kesebelasan tersebut berharap tim asal DIY tidak dalam satu grup.

Harianjogja.com, SLEMAN- Pendukung kesebelasan PSS Sleman yang tergabung dalam Slemania berharap agar tim-tim sepak bola asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak berada dalam satu grup pada kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015.

"Salah satu misi Slemania adalah agar seluruh suporter di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bisa saling menjaga kondusivitas, dan berharap tim-tim dari DIY tidak satu wilayah dengan tim se-daerah," kata Sekretaris Umum Slemania, Sanusi saat pengukuhan pengurus di rumah dinas Bupati Sleman, Minggu (15/3/2015).

Menurut dia, kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2015 belum dimulai, namun sudah ada beberapa insiden yang memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah DIY.

"Visi misi kepengurusan baru ini, tetap menjunjung tinggi perdamaian suporter Sleman pada khususnya dan umumnya suporter DIY serta nasional," katanya.

Ia mengatakan, dengan adanya insiden tersebut, pihaknya berharap agar manajemen ataupun pemerintah baik Kabupaten Sleman maupun Kota Yogyakarta, memberikan masukan kepada PSSI agar pembagian grup di kompetisi Liga Indonesia nanti tim-tim dari DIY tidak disatukan.

"Harapan kami agar manajemen dan pemerintah baik Sleman maupun Kota Yogyakarta untuk memberikan masukan kepada PSSI agar sementara tidak satu wilayah dalu yang DIY, untuk mengurangi gesekan. Nanti kalau sudah mulai kondusif baru bisa ketemu di satu wilayah. Sekarang lagi memanas," katanya.

Ketua Umum Slemania Lilik Yulianto mengatakan selain tetap menjunjung tinggi perdamaian antarsuporter, Slemania pun ingin tim PSS Sleman tidak lagi mengulang kesalahan yang memalukan dunia sepak bola. Yang memang dialami oleh skuad berjuluk Elang Jawa ini pada kompetisi Divisi Utama 2014, dengan memainkan sepak bola gajah.

"Harapan kami, tim tidak mengulang kesalahan yang tidak mengenakkan atau memalukan dunia sepak bola. Dan dengan skuad yang sekarang, memakai pelatih yang bagus, musim ini bisa berprestasi lebih dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Lilik Yulianto terpilih menjadi Ketua Umum Slemania periode 2015-2018 menggantikan Supriyoko.