PSS SLEMAN : Jaya Anulir Keputusan Uji Coba

06 Maret 2015 21:20 WIB Sepakbola Share :

PSS Sleman, Jaya Hartono menarik keputusan yang dibuatnya sendiri.

Harianjogja.com, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman Jaya Hartono menarik keputusannya sendiri terkait pemberian menu uji coba pada skuatnya yang dia lontarkan, akhir pekan lalu. Tim besutannya melakoni laga uji coba dengan tim lokal Sleman, PS Putra Taruna, Jumat (6/3/2015) di Stadion Maguwoharjo.

Sementara pada akhir lalu, Jaya mengungkapkan tidak akan melakukan laga uji coba dalam waktu dekat demi pertimbangan menjaga kebugaran pemain selama proses seleksi.

Pelatih yang sukses bersama Persik Kediri itu menjelaskan, uji coba melawan tim lokal Sleman hanyalah sebagai wahana untuk membuang kejenuhan pemain.

"Uji coba ini hanya untuk selingan agar para pemain tidak jenuh," tutur Jaya Hartono, Jumat (5/3/2015).

Kendati begitu, Jaya tetap menginstruksikan agar setiap pemain tetap tampil apik kendati pertandingan itu hanya berlabel laga uji coba pengusir kejenuhan. Pelatih berlisensi A AFC itu menekankan, tiap-tiap pemain wajib memperlihatkan prinsip-prinsip permainan sebagaimana saat berlaga di kompetisi resmi. Tujuannya, membiasakan sikap disiplin masing-masing pemain mulai dari hal yang skalanya kecil. Harapannya, ketika sudah di kompetisi resmi, masing-masing pemain dapat meminimalisasi kesalahan yang berakibat merugikan tim.

Skema permainan pun juga harus diperankan dengan apik kendati lawan yang dihadapi hanyalah tim yang kelasnya jauh di bawah Wawan Widianto dkk.

"Tim harus mampu memperlihatkan pola permainan seimbang antara penyerangan dan pola bertahan." Jelas eks punggawa Timnas era 1980-an itu.

Jaya juga menjanjikan bakal ada rotasi permainan dalam momen uji coba kali ini. Materi permainan yang diperlihatkan pada babak pertama dan kedua akan berbeda.

"Maka dari itu saya harap pemain bisa memperlihatkan penampilan terbaik saat dipasang," harapnya.

Saat ini skuat Super Elja juga kedatangan seorang pemain eks Persigubin Gunungbintang, Papua. Sayangnya pemain anyar itu berposisi stoper. Padahal, Jaya lebih membutuhkan penyerang lubang untuk memuluskan pola permainan model pohon Natal yang diterapkannya.

"Yang kami butuhkan itu penyerang lubang, tapi manajemen malah mendatangkan stoper. Di sini sudah cukup banyak pemain belakang. Ada lima dan kami juga akan mengeliminasi satu orang di antaranya," jelasnya.

Sementara itu, panitia menyiapkan 5.000 lembar tiket dalam laga uji tanding kontra tim beda kelas ini.