DIVISI UTAMA LPIS : PSMS Gilas PSSB Bireuen 4-1

30 Juni 2013 19:59 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/30/divisi-utama-lpis-psms-gilas-pssb-bireuen-4-1-421363/divisi-utama-lpis-8" rel="attachment wp-att-421364">http://images.harianjogja.com/2013/06/divisi-utama-lpis4.png" alt="" width="420" height="280" />

MEDAN-PSMS Medan berhasil mendulang poin penuh tiga angka setelah bermain gemilang dengan mengalahkan tamunya PSSB Bireuen 4-1 dalam lanjutan kompetisi LPIS di Stadion Kebun Bunga Medan, Minggu (30/6/2013).

Gol-gol tuan rumah dicetak Edi Syahputra pada menit ke-35 dan 63, Safri Koto menit ke-75 dan Dony F Siregar pada menit ke-81, sementara gol balasan PSSB Bireuen dicetak Rahmad Ibra menit ke-56.

Bagi kubu PSMS Medan, kemenangan telak ini merupakan keberuntungan yang pantas disyukuri, mengingat pada putaran pertama sebelumnya kedua tim hanya mampu berbagai poin setelah imbang 1-1.

Pelatih PSMS Medan Edi Sahputra mengakui tidak menduga anak-anak asuhnya bisa menang dengan skor yang cukup besar, mengingat tim lawan juga turun dengan materi pemain yang kualitasnya cukup baik.

Baginya, kemenangan tersebut bukan hanya andil sesorang saja, melainkan hasil kerja sama yang cukup baik antarsemua pemain, mulai dari barisan belakang, tengah dan depan.

"Anak-anak bermain cukup baik hari ini, motivasi mereka cukup tinggi sepanjang laga. Kerja sama antarpemain juga terus mengalami peningkatan yang tentunya diperkuat kedisiplinan mereka menjalankan intruksi," katanya.

Meski demikian, ia mengaku masih ada beberapa titik yang harus terus dibenahi agar kekuatan tim lebih solid lagi, apalagi lawan-lawan yang akan dihadapi berikutnya tentunya juga akan semakin berbenah.

"Meski kita bisa menang dengan angka cukup besar melawan PSSB ini, namun tetap ada evaluasi. Kita tidak ingin anak-anak terlena dengan kemengan ini, mereka harus terus memperbaiki diri," katanya.

Sementara pelatih PSSB Bireun Iswandi Yusuf mengaku sedikit kecewa atas kepemimpinan wasit yang dinilainya sering salah mengambil keputusan sehingga merugikan timnya.

Misalnya gol kedua PSMS yang dinilainya berbau off side, namun hakim garis tidak mengangkat bendera.

"Akibatnya mental anak-anak down, dan permainan mereka jadi kacau, akibatnya mereka jadi gampang didikte oleh lawan. Kalau saja pengadil lapangan lebih bagus tentunya pertandingan juga akan lebih enak dilihat," katanya.

Meski kalah, ia cukup bangga dengan permainan timnya yang dinilainya sudah cukup dapat mengimbangi permainan tuan rumah.

"Kualitas permainan sebenarnya cukup baik, namun ya itu, hasilnya bisa kita lihat sendiri," katanya.