JELANG PIALA DUNIA 2014 : Protes Terhadap Penyelenggaraan Piala Dunia Brazil 2014 Meluas

Logo Piala Dunia 2014 (Dok/JIBI - Solopos)
21 Juni 2013 17:04 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/21/jelang-piala-dunia-2014-protes-terhadap-penyelenggaraan-piala-dunia-brazil-2014-meluas-418272/piala-dunia-4" rel="attachment wp-att-418275">http://images.harianjogja.com/2013/06/piala-dunia.jpg" alt="" width="259" height="194" />

RIO DE JANEIRO-Presiden Brazil Dilma Rousseff mengadakan rapat kabinat darurat, Jumat (21/6/2013).

Langkah ini diambil menyusul meluasnya demonstrasi yang diikuti sekitar satu juta orang untuk memprotes kenaikan ongkos transportasi dan besarnya biaya penyelenggaraan Piala Dunia 2014.

Menurut harian O Estado de Sao Paolo, para pejabat pemerintah "ketakutan" melihat demonstran yang berusaha untuk memaksa masuk ke gedung kementerian luar negeri di Brazilia.

Semakin meluasnya aksi protes yang merupakan demontrasi terbesar dalam 20 tahun terakhir tersebut memaksa Presiden Rousseff membatalkan kunjungan ke Jepang minggu depan.

Sampai Kamis tengah malam, petugas keamanan berusaha keras untuk menjaga situasi di beberapa kota dengan menembakkan gas air matan peluru karet untuk membubarkan massa yang melempari mereka dengan batu dan melakukan aksi pembakaran.

Polisi terpaksa menembakkan gas air mata di Rio de Janeiro, lokasi demonstrasi terbesar yang diikuti sekitar 300.000 massa dekat Balai Kota, smentara di ibukota Brasilia, petugas keamanan berusaha menahan massa yang mencoba memasuki komplek kementrian luar negeri.

Polisi dan pengamat yang dikutip media Brazil mengatakan bahwa setidaknya sebanyak satu juta orang turun ke jalan di lebih dari 100 kota di negara berpenduduk 194 juta itu, sebagai kelanjutan dari protes kenaikan ongkos transportasi umum sejak minggu lalu.

Tapi protes kemudian meluas menjadi tuntutan untuk mengakhiri korupsi oleh pejabat pemerintah dan tingginya biaya untuk menyelenggarakan Piala Konfederasi dan Piala Dunia 2014 yang mencapai 15 miliar dolas AS.

Di Rio, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan sekelompok pemrotes dan setidaknya seorang cedera akibat bentrokan yang menimbulkan kepanikan.

Kelompok pemrotes juga membakar mobil milik stasiun televisi SBT.

Menurut laporan polisi, seorang demonstran tewas akibat ditabrak sepeda motor di kota Ribeirao Preto.

Di kota Salvador, salah satu tuan rumah Piala Konfederasi yang saat ini masih berlangsung, polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan 20.000 demonstran yang berada sekitar 1,2 kilometer dari stadion dimana Uruguay mengalahkan Nigeria 2-1.

Sejumlah kendaraan yang digunakan organisasi sepak bola FIFA juga tidak luput dari lemparan batu di kota Bahia dan memaksa polisi turun untuk untuk mencegah aksi mereka.

Sementaraitu Komisi Hak Azasi Manusia Inter-Amerika meminta agar pihak berwajib mengusut atas kemungkinan terjadinya tindakan berlebihan oleh aparat terhadap demonstran dan wartawan selama terjadinya aksi protes minggu lalu.

Pada Rabu lalu, para demonstran merayakan kemenangan mereka ketika pemerintah kota Rio de Janeiro dan Sao Paolo, dua kota terbesar di Brazil, membatalkan kenaikan ongkos transportasi.

Namun keputusan tersebut masih belum cukup untuk membendung aksi demo yang semakin membesar.

Di Sao Paalo, sekitar 110.000 warga memadati Paulista Avenue untuk menyambut pembatalan kenaikan ongkos tranportasi umum dan terus mendesak pemerintah Rousseff agar memberikan anggaran sosial yang lebih besar.

"Kemenangan, ini baru awal," demikian bunyi spanduk besar yang dibentangkan massa.

"Keajaiban terjadi jika rakyat besar bersatu," demikian bunyi spanduk lainnya.

Mereka yang menentang penyelenggaraan Piala Dunia 2014 berencana untuk menggelar demo besar-besaran di Stadion Maracana di Rio de Janiero pada 30 Juni mendatang, yaitu bertepatan dengan final Piala Konfederasi.