Gaji Pemain PSMS Tak Dibayar, Ini Kata CEO PT Liga Indonesia

20 Juni 2013 21:37 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

[caption id="attachment_417980" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/20/gaji-pemain-psms-tak-dibayar-ini-kata-ceo-pt-liga-indonesia-417979/joko-driyono-3" rel="attachment wp-att-417980">http://images.harianjogja.com/2013/06/Joko-Driyono1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Joko Driyono.dok[/caption]

JAKARTA-CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono menilai permasalahan yang dialami oleh pemain PSMS Medan adalah hal biasa terjadi dan masalah tersebut merupakan urusan antara pemain dan manajemen klub.

"Bagi kami itu hal yang biasa. Hanya cara penyampaiannya saja yang berbeda," kata pria yang baru saja diangkat menjadi Sekjen PSSI di Kantor PSSI Senayan Jakarta, Kamis (20/6/2013).

Sebanyak 11 pemain klub PSMS Medan yang mengaku tidak digaji selama 10 bulan oleh klubnya datang ke Ibu Kota untuk mencari penyelesaian permasalahan yang ada. Mereka datang ke Jakarta sejak 10 Juni lalu.

Sebelas pemain yang sempat mengadu ke Kemenpora adalah Aidun Sastra Utami, Sulaiman Alamsyah, Irwin Ramadhana, Tri Hardiansyah, Zulham Sahputra Nasution, Herdana, Susanto, Hardiantono, Muhammad Irfan, Dody, dan Wiganda Pradika.

Meski menganggap hal yang biasa terjadi, pihak PT Liga Indonesia tetap mengapresiasi apa yang dilakukan oleh pemain PSMS Medan.

Hanya saja pihaknya selaku operator PT Liga Indonesia--kompetisi Divisi Utama bernaung--meminta pemain tidak mempersulit penyelesaian.

"Besok, Jumat (21/6), mereka akan saya terima," kata pria asal Ngawi Jawa Timur itu.

Ditanya solusi apa yang akan ditawar pada pertemuan dengan pemain, Jok Driyono belum menjelaskan dengan detail. Dalam permasalahan ini pihaknya hanya dalam posisi sebagai mediator.

Pemain PSMS Medan sejak kedatangannya di Jakarta selalu berpindah-pindah tempat. Kesebelas pemain yang menuntut kejelasan dalam pembayaran gaji itu pernah tidur di Monas, Masjid Al-Bina, hingga akhirnya ditampung oleh salah satu warga Medan di Jakarta.

Selama di Jakarta, pemain PSMS Medan juga melakukan aksi unjuk rasa. Hanya saja saat menyampaikan aspirasi secara terbuka tidak ditanggapi oleh pengurus PSSI karena bersamaan dengan Kongres PSSI di Surabaya Jawa Timur.

Selain mereka yang melakukan aksi di Kantor PSSI, juga perwakilan suporter klub Deltras Sidoarjo melakukan unjuk rasa menuntut pengusutan dugaan pengaturan skor pertandingan Divisi Utama antara Perseba Bangkalan dan Perseta Tulungangung.