Gattuso Arsiteki Palermo

19 Juni 2013 22:11 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

[caption id="attachment_417612" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/19/gattuso-arsiteki-palermo-417610/gennaro-gattuso" rel="attachment wp-att-417612">http://images.harianjogja.com/2013/06/Gennaro-Gattuso-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Gennaro Gattuso/Sportige[/caption]

ROMA-Mantan gelandang Italia dan AC Milan Gennaro Gattuso telah ditunjuk menjadi pelatih Palermo dengan tugas membawa tim yang terdegradasi itu kembali ke Serie A, kata klub pada Rabu (19/6/2013).

Pria 35 tahun itu, yang memenangi sejumlah penghargaan termasuk dua gelar Liga Champions dan Piala Dunia 2006 sebagai pemain, telah menandatangani kontrak satu tahun dengan opsi perpanjangan kontrak dua tahun.

"Palermo...telah mempercayakan Gennaro Gattuso sebuah tugas untuk memimpin tim pertama Rosanero," kata Palermo melalui situs resmi mereka (www.palermocalcio.it).

Gattuso, yang menjalani masa tidak menyenangkan di Sion sebagai pemain merangkap pelatih pada musim lalu, menggantikan Giuseppe Sannino yang pergi setelah gagal mencegah Palermo terdegradasi ke Serie B.

Gattuso pindah dari satu sosok presiden yang tidak sabar ke sosok presiden tidak sabar lainnya.

Presiden Sion Christian Constantin telah mempekerjakan sekitar 30 pelatih sejak ia mengambil alih klub untuk kedua kalinya pada 2002, dan memecat lima orang pelatih pada musim lalu, sedangkan presiden Palermo Maurizio Zamparini terkenal karena kerap merekrut dan memecat sepanjang 11 tahun dirinya di klub itu, yang membuatnya dijuluki "pelahap pelatih." Zamparini telah memecat setidaknya 25 pelatih meski jumlah tepatnya tergantung pada definisi "pelatih sementara," dan fakta bahwa ia telah memecat beberapa pelatih lebih dari satu kali.

Musim lalu ia menggunakan tiga pelatih yang berbeda, dua di antaranya dipekerjakan dua kali. Zamparini memecat Gian Piero Gasperini, menggantikannya dengan Alberto Malesani untuk tiga pertandingan, dan kemudian mendatangkan kembali gasperini sebelum memecatnya setelah dua pertandingan.

Ia kemudian merekrut Sannino, yang memulai musim sebagai pelatih namun dipecat setelah tiga pertandingan. Sannino pergi pada akhir musim setelah gagal menyelamatkan klub dari ancaman degradasi meski tampil cukup baik pada pekan-pekan terakhir musim.