Inilah Saran & Pujian Radja Nainggolan Untuk Timnas U-23

19 Juni 2013 21:37 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

[caption id="attachment_417594" align="alignleft" width="150"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/19/inilah-saran-pujian-radja-nainggolan-untuk-timnas-u-23-417593/antarafoto-nainggolan-2" rel="attachment wp-att-417594">http://images.harianjogja.com/2013/06/antarafoto-Nainggolan1-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /> Pesepakbola keturunan Indonesia yang bermain untuk klub Cagliari Italia, Radja Nainggolan (4), berebut bola dengan kapten timnas U-23, Andik Vermansyah (21), saat eksebisi Jakarta All Star vs Indonesia U-23 di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (19/6). Jakarta All Star menang atas timnas Indonesia U-23 dengan skor 1-0 melalui gol yang dicetak Radja Nainggolan. ANTARA FOTO/Ismar Patrizki[/caption]

JAKARTA- Pemain klub Cagliari, Itali, Radja Nainggolan mengapresiasi perlawanan yang diberikan oleh pemain Timnas U-23 yang diproyeksikan untuk SEA Games 2013 pada pertandingan persahabatan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Radja Nainggolan yang pada pertandingan persahabatan memperkuat tim Jakarta All Star ini mampu menciptakan gol tunggal dan membawa timnya mengalahkan Timnas U-23 yang dilatih Rahmad Darmawan.

"Saya melihat timnas mempunyai pemain yang bertalenta. Tapi, dalam sepak bola tidak hanya butuh talenta tapi butuh kerja keras," kata Radja Nainggolan usai pertandingan.

Pemain keturunan Batak itu pada pertandingan persahabatan turun 90 menit. Meski tidak melakukan persiapan khusus, Radja Nainggolan bermain dengan taktis dan beberapa kali mengancam gawang Timnas U-23.

Permainan bagus yang diperagakan pemain berusia 25 tahun ini tidak lepas dari servis pemain-pemain senior yang menjadi rekan satu timnya. Bahkan Radja sangat mengapresiasi kinerja Kurniawan Dwi Yulianto dan kawan-kawan.

"Saya melihat tim saya mempunyai kualitas dan teknik yang bagus. Saya menikmati pertandingan tadi meski cara bermain di sini sedikit berbeda dengan di Eropa," kata pemain dengan nomor punggung empat ini.

Pemain yang sempat diburu klub raksasa Italia yaitu Juventus ini sempat mengalami kram menjelang pertandingan usai. Namun, kejadian itu tidak berlangsung lama dan pemain keturunan Batak ini tetap bisa melanjutkan pertandingan.

Setelah pertandingan berlangsung kondisi Radja tetap seperti biasa. Namun, saat jumpa pers usai pertandingan pemain berkewarganegaraan Belgia itu kembali mengalami kram dan sempat mendapatkan perawatan dari tim medis.

Usai mendapatkan perawatan, Radja Nainggolan langsung menjawab beberapa pertanyaan wartawan serta memberikan cindera mata kepada Menpora Roy Suryo yang kebetulan hadir dalam jumpa pers.

"Saya tadi sempat tanya ke dia (Radja) apa perlu diganti. Tapi Radja tetap ingin bermain demi masyarakat Indonesia," kata pelatih Jakarta All Star Danurwindo usai saat jumpa pers.

Mantan pelatih Persema Malang itu menegaskan sebenarnya kondisi fisik Radja Nainggolan tidak 100 persen karena saat ini dalam masa istirahat setelah kompitisi serie A berakhir. Namun, Radja berusaha memberikan kemampuan terbaiknya.