ISL 2013 : Himbauan Polda Metro Jaya Tak Digubris, Pendukung Persipura Tetap ke GBK

04 Juni 2013 15:17 WIB Redaksi Solopos Sepakbola Share :

http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/04/isl-2013-himbauan-polda-metro-jaya-tak-digubris-pendukung-persipura-tetap-ke-gbk-412749/isl-logo-3" rel="attachment wp-att-412750">http://images.harianjogja.com/2013/06/ISL-logo-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" />
JAYAPURA-Pecinta dan pendukung Persipura Jayapura yang berada di Jakarta dan sekitarnya tidak menghiraukan imbauan Polda Metro Jaya untuk tidak menyaksikan laga antara "Mutiara Hitam" dengan Persija di stadion Gelora Bung Karno, Selasa  (4/6/2013) sore. Mereka tetap ingin memberikan dukungan langsung kepada Boas dan kawan-kawan.

"Saya kira imbauan dan pernyataan Polda Metri Jaya itu keliru dan telah melanggar peraturan pertandingan. Persipura mania di Jakarta tetap dan wajib memberikan dukungan kepada tim kebanggaanya nanti sore, dan polisi wajib memberikan jaminan keamanan," kata salah satu suporter Persipuramania di Jakarta Mepa Pogau kepada Antara Jayapura via telepon seluler, Selasa.

Ia mengatakan imbauan atau pun larangan yang disampaikan Polda Metro Jaya lewat pertemuan Panpel Persija dan Persipura pada Senin (3/6) kemarin dirasakan mengada-ada.

"Kalau hanya alasan keamanan kenapa harus larang kami pendukung Persipura untuk nonton, lalu superter tuan rumah bisa nonton? Persija dan tim lain yang main di Jayapura saja tidak pernah dibuat seperti ini apa lagi ada ancaman," katanya.

Siprianus Bunai yang mengirim pesan singkat mengatakan sikap Panpel Persija sangat tidak terpuji dan menunjukan sikap yang tidak fair, "Kenapa pendukung Persipura yang dikorbankan? Selama ini yang buat masalah itu kan pendukung Persija. Kalau tidak mampu tangani suporternya, yah laksanakan pertandingan ditempat lain saja to?" katanya dengan nada bertanya.

Siprianus meminta agar Polda Metro Jaya tidak melakukan intervensi terhadap pertandingan sepak bola, karena menurut peraturan FIFA laga Persija vs Persipura bisa saja dilakukan ulang atau dilaksanakan ditempat netral jika benar karena alasan keamanan.

"Jika saja ada intervensi dari polisi maka pertandingan itu bisa dilakukan ditempat netral dan saat pertandingan berlangsung jika ada intervensi dari pihak-pihak yang tidak berkompeten maka laga Persija vs Persipura akan diulang," katanya.

Sementara itu, juru bicara Persipura Jayapura Bento Madubun mengatakan imbaun yang disampaikan oleh Polda Metro Jaya terkait pelarangan suporter Persipura untuk menonton laga lawan Persija di GBK telah melukai hati orang Papua, "Kini reaksi sudah berdatangan baik secara langsung kepada kami, juga melalui media-media sosial. Ini kan justru semakin memperburuk keadaan," katanya.

"Jujur saja kami dibuat pusing dengan hal ini. Karena CEO PT Liga Indonesia Djoko Driyono menyampaikan kepada kami bahwa tidak ada yang melarang. Bahkan menurut Djoko, PT Liga Indonesia sudah menghubungi Persija agar berkomunikasi dengan Persipura bahwa kebijakan polisi harus direspon oleh kita semua, keluarga besar LSI, polisi ingin tertib, itu bunyi sms dari Pak Djoko," sambungnya.

Bento juga menduga, "Panpel Persija tidak jujur, mereka katakan bahwa akan merilis imbaun Polda Metro Jaya terkait pelarangan itu kepada media tadi malam, tapi saya lihat media tadi malam sepi-sepi saja. Seharusnya mereka berikan salinan surat imbauan Polda Metro Jaya itu kepada kami tetapi tidak dilakukan," katanya.

Pria yang jago 'dance' menari kontemporer itu juga katakan bahwa sewaktu pertemuan kemarin pihaknya tidak menyetujui keputusan tersebut dan merekam pembicaraan saat pertemuan itu, "Jika dikemudian waktu ada masalah, kami merekam pernyataan mereka dan bisa dijadikan bukti," katanya.

"Ini benar-benar diskriminasi terhadap Persipura dan orang Papua, anda bisa bayangkan orang asig atau bule bisa beli karcis dan nonton pertandingan itu. Sementara pecinta Persipura yang notabene orang Indonesia dilarang menonton, ini apa maksudnya? lanjutnya dengan nada bertanya.

Bento meminta kepada Polda Metro Jaya untuk bijaksana dan tidak terpengaruh dengan kepentingan pihak-pihak tertentu terkait pertandingan tersebut. "Jangan sampai ini semua dipolitisir dan mengarah kepada kondisi yang tidak diinginkan, dunia olahraga harus fair dan sportif. Kita mengacu saja pada 'law of games' kan sudah mengatur kuota tim tamu untuk pendukungnya," katanya.

"Saya hanya berharap semoga ada keadilan dan benar-benar ditegakkan. Serta pertandingan sebentar nanti bisa berjalan baik," tambahnya berharap.

Informasi yang didapatkan Antara, pertandingan antara tuan rumah Persija Jakarta dan Persipura Jayapura yang akan bermain di stadion GBK rencananya akan diusahakan oleh PT Liga Indonesia untuk disiarkan secara langsung oleh salah satu TV swasta Nasional.