Menurut Wasit Ini, Hampir Semua Klub Liga 2 Terlibat Pengaturan Skor

10 Januari 2019 20:45 WIB Fahmi Ahmad Burhan Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Salah satu wasit Liga 2 menyatakan hampir semua klub di kompetisi kasta kedua dalam piramida sepak bola profesional Indonesia terlibat praktik kotor demi memenangi pertandingan. Wasit tersebut, Muhammad Irham, sudah menyampaikan identitas klub-klub lancung kepada polisi.

Irham musim lalu bertugas memimpin beberapa pertandingan Liga 2. Dia mengaku sering menerima intimidasi dari beberapa klub dan pejabat kompetisi sehingga tidak bisa bekerja dengan baik di lapangan. Irham dimintai keterangan di Mapolda DIY, Kamis (10/1/2019). 

“Selaku wasit, saya sudah menyampaikan laporan berkaitan dengan manipulasi pertandingan, baik intimidasi ke wasit maupun perangkat pertandingan. Siapa saja yang terlibat sudah kami sampaikan ke Satgas Antimafia Bola. Kami sampaikan secara gamblang. Hampir semua klub terlibat,” ujar dia.

Pengacara Irham, Taufiqurahman, mengatakan kliennya diintimidasi pada Liga 2 2018.  “Kami diperiksa dalam kaitan penyelenggaraan Liga 2. Kami sampaikan praktik intimidasi terhadap wasit, juga perangkat pertandingan lainnya. Praktik yang kotor sudah kami buka, kami sampaikan yang terlibat. Klub-klub mana saja. Harapannya, sepak bola Indonesia menjadi lebih baik,” kata Taufiqurahman.

Direktur Ditreskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo mengatakan Satgas Wilayah Antimafia Bola Polda DIY akan berkoordinasi dengan Satgas Antimafia Bola Polri ihwal keterangan yang diungkapkan Muhammad Irham.

“Kami memeriksa salah satu wasit yang mengaku diintimidasi oleh beberapa pihak. Prinsipnya, Satgas Antimafia Bola di daerah juga melakukan penyelidikan, dan apabila ada dugaan pidana, maka kami akan berkoordinasi dengan pusat [Mabes Polri],” kata Hadi.

Sebelumnya, Wakil Ketua Satgas Antimafia Mabes Polri Brigjen Pol. Krishna Murti mengatakan Satgas Antimafia Bola telah meminta keterangan beberapa wasit. Menurut dia, banyak wasit terlibat dalam pengaturan skor di Liga 1, Liga 2, maupun Liga 3.

“Ada beberapa waist yang terpaksa, sukarela, dan ada yang takut sehingga ikut terlibat. Ada pula yang tahu tetapi mereka tidak terlibat,” kata Krishna Murti.