Piala AFF 2018: Bima Sakti Bertanggung Jawab atas Kekalahan Indonesia

Kartu merah terhadap Putu Gede Juni Antara saat Indonesia kalah 0-1 dari Singapura. - Antara/Sigid Kurniawan
10 November 2018 06:25 WIB Chrisna Chaniscara Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Indonesia mengawali Piala AFF 2018 dengan buruk. Garuda menyerah dengan skor tipis 0-1 dari tuan rumah Singapura dalam pertandingan pembuka Grup B di Stadion Nasional Singapura, Jumat (9/11/2018) malam.

Tidak malukah kalian dengan prestasi juniormu?”. Kalimat itu muncul di sebuah spanduk yang dibentangkan di sudut Stadion Nasional, Singapura, saat laga Singapura melawan Indonesia tengah berlangsung.

Suporter Indonesia bermaksud menyemangati Timnas senior yang langganan runner up turnamen agar mengikuti prestasi gemilang Timnas U-16 dan U-19 yang pernah menjuarai Piala AFF

Namun sekitar 1.300 pendukung Indonesia yang memadati stadion dibuat kecewa dengan penampilan Evan Dimas dkk. Skuat Indonesia harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-1 lewat gol Hariss Harun di babak pertama. Tak hanya menelan kekalahan, permainan anak asuh Bima Sakti itu belum bisa dibanggakan. Sang pelatih mengaku bertanggung jawab atas kekalahan tim di laga perdana. “Jadi pekerjaan rumah bagi saya, bagaimana membangkitkan mental pemain,” ujar Bima, Jumat.

Dilansir affsuzukicup.com, Indonesia sebenarnya mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 62%. Namun mereka seperti kurang akal untuk membongkar pertahanan Singapura yang dikomando Safuwan Baharudin. Hal itu dibuktikan setelah Alberto “Beto” Goncalves hanya mampu mengemas satu tembakan tepat sasaran dari lima peluang yang dihasilkan.

Bandingkan dengan Singapura yang mencatat 10 peluang (4 tepat sasaran) meski hanya memiliki penguasaan bola 38%. Pressing tinggi yang diterapkan pemain The Lions terhadap Evan Dimas menjadi salah satu penyebab miskinnya kreativitas Indonesia dalam laga.

Kekalahan tersebut membuat Indonesia kian akrab dengan hasil minor di laga perdana Piala AFF. Pada turnamen 2016, Indonesia dipaksa menyerah 2-4 dari Thailand. Adapun pada 2014 Tim Garuda ditahan imbang Vietnam 2-2 dan ditahan Laos 2-2 di laga pembuka Piala AFF 2012.

Hasil ini juga membuat perjuangan Stefano Lilipaly dkk. untuk lolos dari fase grup semakin berat. Indonesia tak punya pilihan lain kecuali meraih kemenangan di tiga laga tersisa. Apalagi di laga lain Thailand sukses menghancurkan Timor Leste tujuh gol tanpa balas.

Ada pula Filipina yang baru akan bertanding Selasa (13/11) melawan Singapura. Artinya, tak ada pilihan lain bagi Timnas selain menang besar atas Timor Leste di laga kedua, Selasa, untuk menjaga asa lolos ke babak selanjutnya. “Kamis harus bekerja lebih keras untuk menang melawan Timor Leste,” imbuh Bima.

Saat melawan Singapura, Indonesia dikejutkan lewat gol Hariss Harun di menit ke-37. Gol itu tercipta setelah barisan belakang gagal menghalau dengan sempurna umpan silang Gabriel Quak. Bola liar akhirnya mampu diselesaikan Harun lewat tembakan keras yang menghujam gawang Andritany.

Semenit berselang Timnas sebenarnya berhasil menyamakan kedudukan lewat Lilipaly seusai mendapat crossing Irfan Jaya. Sayang gol itu dianulir karena Irfan dianggap offside. Dalam tayangan ulang, Irfan sebenarnya dalam posisi onside ketika menerima umpan lambung.

Singapura justru hampir mencetak gol kedua melalui Faris Ramli di menit ke-50. Berawal dari tendangan kiper Hassan Sunny, Singapura melakukan serangan balik cepat dan menempatkan Faris dalam posisi bebas. Namun, tendangan lambung Faris yang melewati Andritany hanya membentur mistar gawang. Indonesia tak mampu mencetak gol hingga akhir laga meski punya peluang dari Febri Haryadi, Rizky Pora maupun Lilipaly. Timnas justru harus bermain dengan 10 pemain setelah Putu Gede diusir di menit ke-90. Bek kanan itu dipastikan absen di laga melawan Timor Leste.

Sumber : JIBI/Solopos