Suporter PSS Sleman Dilarang Hadiri Madura FC vs PSS dan PSS vs Persita

Surat Hukuman Suporter PSS Sleman - Istimewa
09 November 2018 20:07 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI akhirnya memberikan hukuman kepada panpel PSS Sleman menyusul insiden tidak mengenakkan yang dialami oleh Madura FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (6/11/2018) sore.

Dalam amar putusannya dan ditandatangani oleh Ketua Komdis PSSI Asep Edwin Firdaus tertanggal 8 November 2018, disebutkan jika pada tanggal 6 November 2018 di Stadion Maguwoharjo, di mana suporter PSS Sleman terbuka melakukan invasi ke lapangan dan oknum panitia pelaksana pertandingan berada di area yang tidak semestinya dan diperkuat dengan bukti-bukti yang cukup untuk menegaskan terjadinya pelanggaran disiplin.

"Menunjuk pasal 68 jo, Pasal 69 ayat 2 kode disiplin, suporter PSS Sleman dihukum larangan memasuki stadion dua kali pada pertandingan Madura FC vs PSS (12/11/2018) dan PSS vs Persita (16/11/2018)," kata Asep dalam surat tersebut.

"Terhadap keputusan ini tidak adapat diajukan banding sesuai dengan pasal 119 kode disiplin PSSI," lanjutnya.

Menanggapi dijatuhkannya sanksi tersebut, manajer PSS Sleman Sismantoro mengaku menerima. Sebab, sesuai dengan keputusan, pihaknya sudah tidak mungkin melakukan banding.

Meski akan membawa kerugian bagi PSS karena dua pertandingan tanpa dihadiri oleh suporter PSS. Namun, Sismantoro mengaku tidak terlalu khawatir.

"Yang dilarang kan suporter, bukan penonton. Kami terima saja, karena memang tidak bisa banding," ucap Sismantoro, kepada Harianjogja.com, Jumat (9/11/2018) petang.

Sismantoro sendiri berharap dengan adanya sanksi tersebut, bisa menjadi pelajaran bersama utamanya kepada para suporter PSS. Sebab, sejauh ini pihaknya sudah sering mengingatkan kepada suporter untuk tidak terpancing dengan provokasi.

"Saya imbau kepada para suporter untuk tidak gampang terprovokasi. Bagaimanapun, nantinya tim yang akan mengalami kerugian," ucap Sismantoro.