Laga Tunda PSMS Medan vs PS Tira Digelar di Stadion Pakansari?

Ahmad Nufiandani melakukan selebrasi usai menjebol gawang Persela di babak pertama - Harian Jogja/Jumali
08 November 2018 16:55 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Teka-teki laga tunda antara PSMS Medan melawan PS Tira akhirnya mulai terlihat.

Pertandingan yang sejatinya harus digelar di Stadion Teladan Medan, Jumat (12/10/2018) lalu ini direncanakan bakal dihelat di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Rabu (14/11/2018) mendatang.

"Rencananya seperti itu. Namun, sampai saat ini belum ada keputusan ataupun surat resmi dari PT Liga Indonesia Baru. Dan, kami masih menunggu kejelasannya," kata Sekretaris PS Tira Yandri kepada Harianjogja.com, Kamis (8/11/2018) sore.

Pria berpangkat kapten TNI AD ini mengungkapkan, sejatinya laga tunda antara PSMS melawan PS Tira awalnya hendak dihelat di Stadion PTIK, Jakarta. Akan tetapi, dalam perkembangannya, rencana tersebut sulit terealisasi, karena stadion yang merupakan kandang Bhayangkara FC digunakan untuk berkegiatan.

"Solusinya ya di Pakansari. Kalau mau digelar di Riau, sepertinya tidak. Karena kami memang meminta agar laga di tempat netral ini digelar di sekitar Jakarta," sambung Yandri.

Sebelumnya, pertandingan PSMS Medan vs PS TIRA pada pekan ke-25 Liga 1 2018 yang rencananya akan digelar di Stadion Teladan Medan, Jumat (12/10/18) lalu, harus ditunda karena tak adanya izin kemanan dari kepolisian.

Pasalnya, dalam waktu bersamaan Wakil Presiden Jusuf Kalla hadir di Kota Medan untuk menutup penyelenggaraan MTQ Nasional.

Sekum PSMS Medan Julius Raja mengatakan, pihaknya telah mendapatkan informasi dari PT LIB terkait dengan pelaksanaan laga ulang melawan PS Tira.

"Kami disuruh cari stadion alternatif dulu. Karena PS Tira ngotot tetap dengan regulasi pasal 8, yaitu ditempat yang netral,” ucapnya.

Namun, keinginan ini kemungkinan sulit direalisasikan oleh PSMS. Julius menambahkan, pihaknya tetap berkeinginan agar laga digelar di Stadion Teladan Medan.

"Karena ini bukan partai usiran. Jadi walapun nanti harus di tempat netral tetap dengan penonton. Jadi kami akan lobi tempat untuk tanggal 14 November,” ungkapnya.

"Opsi utamanya adalah digelar di Pekanbaru. Jika nanti terkendala di sana, maka diusulkan ke Jawa. Hanya saja, biayanya berat," ucapnya.