Diwarnai Ganti Wasit dan Gol Bunuh Diri, PSS Sleman Kalahkan Madura FC 1-0

Petugas panpel berusaha membubarkan penonton yang masuk ke lapangan usai pertandingan antara PSS Sleman melawan Madura FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (6/11/2018) sore. - Harian Jogja/Jumali
06 November 2018 20:05 WIB Jumali Sepakbola Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - PSS Sleman berhasil memenuhi ambisinya meraih poin penuh di kandang atas tamunya Madura FC dengan skor 1-0 pada lanjutan babak 8 besar grup B Liga 2 2018 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (6/11/2018) sore.

Sebiji gol PSS bukan dicetak oleh pemain PSS Sleman, namun dilesakkan melalui tandukan kepala dari bek Madura FC Muhammad Choirul Rifan di menit ke-81.

Pemain bernomor 89 tersebut bermaksud membuang bola yang dilesakkan oleh Ilham Irhas.

Selain gol bunuh diri, pertandingan antarkedua kesebelasan juga sempat ditunda selama 15 menit karena wasit yang memimpin jalannya pertandingan M Reza Pahlevi asal Kaltim mengalami cedera tangan dan harus digantikan oleh Agung Setiawan asal Jawa Tengah pada menit ke-72.

Tidak sampai disitu, kericuhan juga terjadi usai pertandingan. Beberapa oknum suporter merangsek turun ke lapangan setelah wasit pengganti, Agung Setiawan, meniupkan peluit tanda berakhirnya pertandingan.

Beberapa oknum suporter juga sempat masuk dan mengejar pemain serta ofisial Madura FC. Beruntung hal tersebut tidak berjalan lama, setelah petugas keamanan berhasil mengambil alih keadaan.

Atas tambahan tiga poin ini, PSS Sleman selain sukses mematahkan rekor belum pernah menang atas Madura FC, juga membuat posisi skuat Super Elang Jawa meringsek ke posisi kedua klasemen grub B dengan 4 poin, dibawah sang pemimpin klasemen Persiraja dengan 6 poin.

Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiyantoro mengaku bersyukur atas hasil yang didpatkan oleh anak asuhnya. Pelatih asal Kalasan ini meyatakan jika laga melawan Madura FC adalah pertandingan berat bagi PSS.

"Saya apreasiasi perjuangan pemain di babak pertama yang tampil impresive. Agak menurun di babak kedua. Namun ini harus terus kami bangun," katanya usai pertandingan.

Meski menang, Seto melihat lini tengah PSS masih terlihat lemah dan harus segera dibenahi. "Di samping itu emosional pemain juga perlu perbaikan," sambung Seto.

Sementara pelatih Madura FC Salahudin mengatakan meski kalah, dirinya bangga dengan permainan anak asuhnya. Sebab, dibawah tekanan suporter PSS, pemain mampu tampil maksimal dan menikmati permainan.

"Kami ucapkan selamat untuk PSS Sleman yang memenangkan pertandingan kali ini," ucap Salahudin.